15 May 2020, 16:40 WIB

Upaya Terakhir Selamatkan Bangunan Bermural Karya Picasso


Nur Aivanni | Internasional

Dihubungkan oleh pita sepanjang satu meter dalam upaya menjaga jarak yang aman dari satu sama lain akibat virus covid-19, para aktivis di Oslo melakukan upaya terakhir untuk menyelamatkan sebuah bangunan yang dihiasi karya seni pelukis Spanyol Pablo Picasso.

Mereka berjuang agar bangunan tersebut tidak dihancurkan oleh buldoser yang tengah bersiap-siap melakukan pembongkaran gedung.

Ada sekitar 200 orang yang datang untuk memprotes pembongkaran bangunan tersebut.

"Kuharap ini belum terlambat," kata Erik Lie, warga Norwegia yang ikut aksi protes, seperti dikutip dari AFP. "Tapi ini mungkin akan segera menjadi tumpukan puing," tambahnya.

Mural Picasso dibuat di gedung pemerintah yang dikenal dengan 'blok Y' dan 'blok H'. Bangunan tersebut rusak oleh serangan bom mematikan yang dilakukan oleh ekstrimis sayap kanan Anders Behring Breivik pada 22 Juli 2011.

Kini, 'blok Y' akan dihancurkan. Ada dua gambar Picasso di dinding abu-abu bangunan tersebut, yaitu di fasad yang menghadap ke jalan 'The Fishermen' dan di lobi "The Seagull". Dua karya itu akan dipotong dan dipindahkan ke gedung pemerintah yang baru. Namun, tidak semua orang setuju dengan rencana itu.

"Blok Y adalah bangunan ikonik di Oslo yang selamat dari serangan teroris dan sekarang pemerintah ingin merobohkannya. Dan tidak ada yang benar-benar dapat memberikan argumen yang bagus mengapa mereka harus melakukannya," kata Tone Dalen, yang turut dalam aksi protes.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Cile Siapkan Ribuan Kuburan

Sementara itu, pemerintah menegaskan bahwa pembongkaran 'blok Y' untuk memberikan ruang bagi bangunan baru adalah keputusan yang sulit, tetapi pembongkaran memang perlu dilakukan.

'Blok H' dibangun pada akhir 1950-an. Bangunan ini memiliki tiga mural Picasso lainnya yang akan direnovasi.

Menurut Statsbygg, badan publik yang bertugas mengawasi pembongkaran, mural harus dibongkar sebelum akhir musim semi.

"Banyak orang berpikir bahwa Picasso-lah yang pantas untuk dilestarikan, padahal ada yang lainnya. Arsitektur dan interaksi antara 'blok Y' dengan 'blok H', juga sejarah yang diwakilinya," tegas Erik Lie.

"Ini adalah monumen yang menggambarkan pembangunan kembali Norwegia setelah perang, dan segala sesuatu yang saya kaitkan dengan perkembangan masyarakat modern," katanya. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT