15 May 2020, 15:02 WIB

Penyidik Resmob Dilaporkan Rekayasa BAP


RO/Micom | Megapolitan

PENYIDIK Unit 3 Subdit Reserse Mobile (Resmob) Polda Metro Jaya dilaporkan pengacara Alvin Lim ke SPKT Polda Metro Jaya, Kamis (14/5).

Alvin, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (15/4), mengharapkan laporan tersebut dapat mengungkap dugaan rekayasa Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tiga saksi fakta yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada persidangan perkara penggelapan pengiriman barang-barang bahan makanan senilai miliaran rupiah di PN Tangerang dengan terdakwa Didi Widjaksono alias DW, Rabu lalu (13/5).

Alvin menerangkan, terlapor diduga memalsukan surat sebagaimana diatur dalam pasal 263 KUHP dengan ancaman 6 tahun pidana juncto pasal 55.

"Saya tidak kenal dengan oknum Unit III Resmob dan para penyidik di sana, tetapi karena profesi saya hanya menjalankan tugas. Satu hal yang perlu digarisbawahi, ini adalah perbuatan oknum dan tidak mencerminkan institusi Polri," kata Alvin.

Alvin mengaku sebelum membuat laporan sudah beraudiensi dengan Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermawan. "Petunjuk dari Irwasda adalah untuk membuat laporan dan pengaduan dan memberikan surat resmi aduan ke Irwasda. Apabila terbukti akan dicopot dan ditindak oknum Resmob tersebut," ujar Alvin.

Selain itu, Alvin juga akan mengadukan oknum penyidik ke Divisi Propam atas dugaan pelanggaran kode etik.

Alvin mengatakan, selain pihak kepolisian, Jaksa Peneliti dari Kejati yang memutuskan P21 berkas tersebut wajib diperiksa oleh Kejagung. "Kenapa berkas perkara bisa dinyatakan lengkap dan lolos dari pemeriksaan formil dengan tandatangan palsu dan juga jawaban sama para saksi kata demi kata dan titik koma? Apakah Jaksa Peneliti dari Kejati Banten tidak membaca bahwa antara saksi Lim Erwin, Setia Aditama, dan Intan bahwa pertanyaan nomor 6,7,8,9,10 dan 11 jawaban sama persis ketiganya," kata Alvin. [J-1]

BERITA TERKAIT