15 May 2020, 14:30 WIB

Salahi Aturan, BPOM Take Down 1.373 Situs Penjualan Pangan


Atalya Puspa | Humaniora

BADAN Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan terdapat peningkatan jumlah situs yang menjual bahan pangan, namun tidak memenuhi persyaratan.

"Januari sampai April kita take down sekitar 700 situs. Pada dua minggu pertama Ramadan ini jumlahnya hampir dua kali lipat jadi 1.373 situs. Kita minta take down," ujar Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Reri Indriani, Jum’at (15/5).

Meningkatnya jumlah situs yang di-take down, lanju dia, disebabkan maraknya situs penjualan berbasis daring yang muncul selama pandemi covid-19. Apalagi, masyarakat saat ini lebih memilih belanja secara daring.

Baca juga: Luncurkan Informatorium Obat Covid-19, BPOM Tuai Pujian

"Pelanggaran yang ditemukan itu bermacam-macam. Dari yang menjual barang kadaluwarsa hingga tanpa izin edar," ungkap Reri.

Deputi Bidang Pengawasan Obat dan Napza BPOM, Rita Endang, menuturkan pihaknya juga memantau peningkatan penjualan obat-obatan secara daring.

"Untuk masa pandemi ini kami lihat banyak sekali obat yang dijual terkait covid-19, seperti klorokuin. Untuk itu kita perketat pengawasan. Cyber patrol Badan POM setiap dua hari sekali memberikan rekomendasi kepada Kominfo. Situs mana saja yang harus di-take down," papar Rita.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Bikin Sengsara Industri Kecil Makanan

Untuk memperketat pengawasan penjualan daring, BPOM telah menerbitkan Peraturan Kepala BPOM Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pengawasan Obat dan Makanan yang Diedarkan Secara Daring.

"Ada banyak aturannya. Seperti toko daring tidak boleh menjual obat risiko tunggi, ataupun obat yang disalahgunakan. Sanksinya bagi fasilitas elektronik akan diberikan secara berjenjang. Mulai peringatan sampai penutupan situs," tandasnya.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT