15 May 2020, 13:55 WIB

Waspadai Muncul Klaster Baru Penyebaran Covid -19 di Kalsel


Denny Susanto | Nusantara

PEMERINTAH kabupaten/kota di Kalimantan Selatan diminta mewaspadai munculnya klaster-klaster baru penyebaran virus korona di wilayahnya. Sebab, puluhan pedagang di Kota Banjarmasin diduga terpapar virus korona (Covid-19).

Wakil Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, Jumat (15/5), mengatakan penyebaran virus korona di Kalsel sangat masif sementara kemampuan petugas melakukan rapid test atau penelusuran di lapangan terbatas. "Kemunculan klaster-klaster baru perlu diwaspadai. Saat ini kemampuan penelusuran petugas di lapangan kalah cepat dengan tingkat penyebaran virus," ujarnya.

Hanif meyakini sebaran virus korona di lapangan jauh lebih besar dari data yang berhasil ditemukan pemerintah atau gugus tugas. Tim Gugus Tugas Kalsel sendiri berencana mendatangkan ribuan alat rapid test dan swap guna mempercepat penanganan penyebaran virus korona ini.

Di Kalsel kasus-kasus positif virus korona mayoritas berasal dari klaster Gowa maupun mereka yang terpapar setelah bepergian ke wilayah zona merah penyebaran virus korona. Namun belakangan ini muncul klaster-klaster baru dan terjadi transmisi lokal di sejumlah daerah seperti Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru dan Kabupaten Barito Kuala.

Di Banjarmasin, Tim Gugus Tugas setempat berhasil mendeteksi dugaan penyebaran virus korona di sejumlah pasar dan pusat perdagangan. Ditemukan 46 orang pedagang dan pembeli di Pasar Sentra Antasari dimana hasil rapid testnya reaktif. Seperti dikemukakan Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kota Banjarmasin Machli Riyadi.

Sebelumnya Tim Gugus Tugas Kota Banjarmasin melakukan rapid test kepada  200 orang pedagang dan pembeli dari Pasar Sentra Antasari dan hasilnya ada 46 orang yang reaktif. Kasus positif virus korona muncul di sejumlah pasar seperti Sentra Antasari dan Pasar Lima.

Hingga kini kasus positif virus korona di Kalsel sebanyak 287 kasus dimana 61 orang dinyatakan sembuh dan 30 orang meninggal dunia. (OL-13)

Baca Juga: Akibat Pandemi Covid-19, Makanan Kedaluwarsa di Distributor Naik

BERITA TERKAIT