15 May 2020, 13:40 WIB

Dilarang Mudik Ribuan Mahasiswa UMY Terkunci di Jogja


Ardi TH | Humaniora

DARI sekitar 21.000 mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UMY) Yogyakarta, 1800 orang tidak bisa ke kampung halamannya selama pandemi Covid-19. Mereka memang tidak diperbolehkan pulang oleh orang tuanya, karena khawatir tertular Covid-19.

"Ada sekitar 1.800 mahasiswa yang terkunci di Yogja, karena justru orang tuanya yang tidak mau kalau anaknya pulang," kata Rektor UMY Gunawan Budiyanto, Kamis (14/5) sore. Menurut dia, orang tua para mahasiswa khawatir jika anaknya kembali malah bisa terinfeksi Covid-19.

Untuk menjamin kebutuhan hidup mahasiswa tersebut, UMY pun menyediakan kebutuhan pangan bagi mahasiswanya yang tidak bisa mudik tersebut.

Pihak kampus telah memberikan bantuan berupa paket sembako pada Syawalan. Selain itu, pihak kampus juga menyediakan makanan pada saat buka puasa dan sahur setiap harinya.

Jumlah makanan buka puasa dan sahur yang disediakan sesuai dengan pesanan mahasiswa, misalnya 1.600an saat buka puasa dan 1.300an saat sahur. Makanan tersebut diberikan di kampus dan diambil secara drive thru sehingga tidak ada kerumunan.

"Bantuan itu semuanya dari kampus," kata dia. UMY sadar banyak orang tua mahasiswa yang penghasilan orang tuanya terganggu karena Covid-19 ini. Bantuan pangan kepada mahasiswa diharapkan bisa membantu mahasiswa yang terkunci di Jogja sehingga orang tua mereka tidak khawatir.

Selain mahasiswa dari luar DIY, ada pula 18 mahasiswa asing yang tetap tinggal di Jogja. Mereka juga tidak pulang ke negara asal karena di sini mereka ditangani dengan baik. Bahkan, para mahasiswa asing tersebut merasa beruntung tetap tinggal di Jogja karena di negaranya situasinya bisa lebih buruk. (OL-13)

Baca Juga: Petugas Turun Desa Bagikan Sembako dan Masker Agar Tepat Sasaran

BERITA TERKAIT