15 May 2020, 11:34 WIB

​​​​​​​Menaker Siapkan Skema Stabilkan Dampak Covid-19


Putra Ananda | Ekonomi

MENTERI Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah menuturkan pihaknya sedang menyiapkan road map khusus terkait bidang ketenagakerjaan yang akan digunakan untuk mengembalikan stabilitas pasar kerja di tingkat nasional dan ASEAN. 

Hal tersebut ia ungkapkan dalam pertemuan Tingkat Menteri Tenaga Kerja ASEAN (ALMM) tentang dampak covid-19 melalui Video Conference di Kemenaker, Jakarta, Kamis (14/5).

"Kami berharap pascapandemik covid-19, ASEAN memiliki road map atau peta jalan khusus bidang ketenagakerjaan guna mengembalikan stabilitas pasar kerja di tingkat nasional dan ASEAN," tutur Ida.

Ida menuturkan, Pemerintah Indonesia melalui menaker mendukung tersusunnya dokumen ASEAN Labour Ministers Join Statement untuk merespons dampak Covid-19 di bidang ketenagakerjaan. Setelah road map dan dokumen tersebut tersusun selanjutnya akan ditindaklanjuti kerja sama konkrit antar Menaker ASEAN yang tercakup dalam aktifitas pada kerangka kerja sama ASEAN.

"Untuk itu, ASEAN perlu mengambil langkah cepat dan tepat dalam mendukung stabilitas pasar kerja, perlindungan pekerja dan keberlangsungan usaha yang terdampak pandemik, " kata Menaker Ida.

Pertemuan Menaker se-ASEAN ini dipimpin oleh Menteri Sumber Manusia, Malaysia Datuk Seri M. Saravanan, selaku Ketua ALMM periode 2018-2020. Pertemuan dihadiri Sekjen ASEAN, Dato Lim Jock Hoi, Dirjen ILO Guy Ryder, dan Menaker dari Malaysia, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Myanmar, Philipina, Singapura, Thailand dan Vietnam.

Baca juga: Kemenkop Ajak Pelaku UMKM dan Masyarakat Taat Protokol Kesehatan

Menaker Ida menjelaskan tujuan pertemuan spesial Para Menaker ASEAN ini adalah untuk merespon dampak covid-19 pada sektor perburuhan dan ketenagakerjaan sebagai langkah konkrit untuk menindaklanjuti komitmen kepala negara yang disepakati dalam ASEAN Summit on covid-19 pada bulan April 2020.

Dalam Vidcon selama 3,5 jam tersebut, Menaker Ida mendorong ASEAN OSHNET untuk menyusun Guidelines atau pedoman Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) tentang pencegahan penyebaran Covid-19 dan virus menular lainnya di tempat kerja yang sejalan dengan protokol WHO.

Menaker Ida juga mendorong ALMM untuk meningkatkan kerja sama dengan organisasi internasional dan negara mitra ASEAN untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan guna pemulihan krisis jangka pendek dan perencanaan pemulihan jangka menengah hingga panjang dalam upaya mengembalikan stabilitas perkonomian termasuk menjaga keberlanjutan rantai pasok di kawasan ASEAN.

"Mengimbau Senior Labour Official Meeting (SLOM) untuk melakukan re-focusing dan re-targeting aktivitas-aktivitas ASEAN sektor ketenagakerjaan agar lebih fokus pada pemulihan ekonomi paska pandemik. Diantaranya sektor pariwisata, perhotelan, manufaktur dan sektor jasa lainnya," ujar Ida Fauziyah.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ida menyatakan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah ASEAN Labour Ministers Meeting (ALMM) ke-26 pada akhir Oktober hingga awal November 2020 nanti di Jakarta.

"Pelaksanaan ALMM ke-26 yang akan datang tetap akan mempertimbangkan kondisi perkembangan penyebaran covid-19, " katanya. (A-2)

BERITA TERKAIT