15 May 2020, 10:45 WIB

Prancis Tolak AS Diprioritaskan Soal Vaksin Covid-19


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

Seorang pejabat tinggi Prancis, Kamis (14/5), menolak jika Amerika Serikat (AS) diberikan keistimewaan ke akses vaksin virus covid-19. Wakil Menteri Keuangan Agnes Pannier-Runacher menyebut upaya semacam itu ‘tidak dapat diterima’.

Komentar Pannier-Runacher datang sehari setelah pemimpin perusahaan farmasi Prancis, Sanofi, menyarankan perusahaan dapat memprioritaskan pemberian vaksin covid-19 yang berhasil dikembangkan ke AS sebelum diberikan ke negara lain.

Dalam sebuah wawancara dengan media AS, Bloomberg News, CEO Sanofi Paul Hudson mengatakan AS memiliki hak untuk pemesanan di muka karena investasinya yang besar.

Baca juga: Dikritik, Produsen Vaksin Batalkan Rencana Prioritaskan AS

Pemerintah AS memperluas kemitraan dengan Sanofi awal tahun ini. Lalu, Hudson yang menjabat CEO Sanofi sejak tahun lalu mengatakan Washington berharap memiliki akses pertama ke vaksin yang berhasil diciptakan.

Menteri Prancis menghubungi Sanofi setelah pernyataan Hudson mengundang banyak kritik dari orang-orang yang terkait dengan sistem perawatan kesehatan negara itu.

"Bagi kami, itu tidak dapat diterima karena ada akses istimewa ke negara ini dan itu dengan alasan keuangan," kata Pannier-Runacher dalam sebuah wawancara dengan Sud Radio.

Perusahaan Inggris GlaxoSmithKline telah bermitra dengan Sanofi untuk pengembangan vaksin potensial untuk covid-19. Diketahui virus ini telah merenggut hampir 300.000 jiwa dan menginfeksi lebih dari 4,36 juta di 188 negara.

Tetapi uji klinis belum dimulai dan obat yang dihasilkan diprediksi tidak mungkin muncul ke publik sebelum akhir 2021.

Kemitraan antara kedua perusahaan sebagian didanai oleh Biomedical Advanced Research and Development Authority, sebuah divisi dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS. (AA/OL-14)

BERITA TERKAIT