15 May 2020, 09:27 WIB

Bali Susun Skema Re-Opening Pariwisata


Arnoldus Dhae | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Bali bersama seluruh stakeholder pariwisata saat ini sedang merancang dan menyusun skema re-opening pariwisata yang saat ini sedang terpuruk akibat pandemi covid-19. Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati yang akrab disapa Cok Ace saat berdialog lewat video conference bersama Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko yang dimotori oleh Asosiasi Masyarakat Sadar Pariwisata (Masata) Bali, Jumat (15/5).

Menurut Cok Ace,  jumlah kunjungan wisatawan ke Bali mencapai 40% dari total seluruh kunjungan ke Indonesia. Hal ini bisa dipahami meningat Bali memiliki daya tarik keindahan alam, keunikan masyarakat dan terpenting budaya yang masih melekat pada keseharian masyarakat Bali. Sektor pariwisata merupakan lokomotif perekonomian Bali. Tercatat tahun 2019 merupakan tahun keemasan wisata Bali, peningkatan kunjungan mencapai 12 % rata-rata. Bahkan perbandingan Januari 2019 dengan Januari 2020 peningkatan mencapai 20%.

Pemerintah langsung mendukung penyiapan infrastruktur penunjang wisata Bali seperti perluasan Bandara Ngurah Rai, shortcut menuju Bali utara, tol Denpasar-Gilimanuk dan lainnya, guna menyongsong wisata Bali di tahun 2020. Peningkatan kunjungan tersebut menjadi lahan yang sangat fantastis dan sangat menjanjikan. Jika dilihat dari fasilitas akomodasi, kamar yang tersedia di Bali sekitar 146 ribu. Jika asumsi tingkat hunian mencapai 80%, Bali bisa seperti rencana tahun sebelumnya mampu menampung  hingga 8,2 juta wisatawan. 

"Namun semenjak merebaknya pandemic Covid-19, Bali yang bertumpu pada pariwisata paling terdampak. Catatan BI pertumbuhan ekonomi Bali saat ini minus 1,24%, yang terburuk yang pernah dialami Bali karena 70% PDRB Bali tergantung pada pariwisata," urainya.

Di tengah terpuruknya ekonomi Bali, Pemerintah bersama masyarakat Bali berhasil mengendalikan dan menangani penyebaran covid-19 dengan baik. Fase peningkatan penyebaran sudah terlewati. Saat ini Bali sudah memasuki fase landai, tingkat kesembuhan sudah mulai lebih banyak daripada yang terjangkit. Untuk saatnya Bali mulai menata kembali pariwisata, berencana dengan berbagai skema re-opening pariwisata. 

Guna membangun kembali wisata Bali, perlu memperhatikan trend pariwisata pasca Covid-19. Semisal selama penyebaran wabah, masyarakat di kota-kota besar selama sekian bulan dipaksa oleh keadaan untuk melaksanakan work from home (WFH), belajar dari rumah dan pembatasan lainnya yang cenderung membuat jenuh dan perasaan tertekan karena hanya berada di lingkungan rumah. Hal ini pun menimbulkan keinginan baru pada masyarakat di kota-kota besar untuk dekat dengan alam, tinggal di villa-villa pedesaan, berwisata alam, yang menjadi harapan bagi sektor pariwisata. 

baca juga: Prambanan Borobudur Siap Dibuka Dengan Protokol Baru

"Bali saat ini sedang menyusun protokol kesehatan pasca Covid-19 guna menuju pariwisata baru yang akan dituju. Menyongsong rencana yang sebelumnya dalam kondisi tidak normal menjadi normal dimasa yang akan datang, guna menyambut wisatawan dan reopening pariwisata Bali," ujarnya.

Nantinya ada tiga hal yang diterapkan oleh Pemprov Bali pasca covid-19, yaitu masalah kebersihan, kesehatan dan keamanan. Langkah ini diharapkan bisa diterapkan daerah lain. (OL-3)

BERITA TERKAIT