15 May 2020, 08:27 WIB

Emas Diburu Investor, Khawatir Pelemahan Ekonomi Berlangsung Lama


Antara | Ekonomi

HARGA emas naik untuk hari ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), didorong oleh permintaan safe-haven, karena investor membuang aset-aset berisiko dipicu kekhawatiran pelemahan ekonomi akan berlangsung lama dan ketegangan perdagangan terbaru AS-Tiongkok.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melonjak US$24,5 atau 1,43%, menjadi ditutup pada US$1.740,9 per ounce.  Emas berjangka naik US$9,60 atau 0,56% menjadi US$1.716,4 per ounce pada perdagangan Rabu (13/5), setelah menguat US$8,8 atau 0,52% menjadi US$1.706,8 per ounce pada Selasa (12/5).

"Tampaknya, beberapa investor berbalik bearish pada ekuitas, hubungan AS-Tiongkok terus menuju spiral penurunan dan Anda memiliki data sangat suram datang dari AS dan semua yang mendukung (permintaan) safe-haven," kata Edward Moya, analis pasar senior di pialang OANDA, seperti dikutip dari Reuters.

"Harga emas telah melonjak selama beberapa minggu terakhir tetapi tampaknya sekarang Anda memiliki latar belakang ekonomi makro yang akan mendukung harga tinggi dalam waktu dekat."

Baca juga: Ada Peluang Investasi Properti saat Pandemi

Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell memperingatkan pada Rabu (13/5) tentang 'periode perpanjangan' pertumbuhan ekonomi

yang lemah, berjanji menggunakan kekuatan bank sentral sesuai kebutuhan, dan menyerukan pengeluaran fiskal tambahan untuk membendung dampak dari pandemi virus korona.

Data terbaru menunjukkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran AS mencapai 2,981 juta untuk pekan yang berakhir 9 Mei.

Angka itu turun dari 3,176 juta pada minggu sebelumnya dan menandai penurunan mingguan keenam beruntun, tetapi klaim tetap sangat tinggi.

Pasar saham dunia turun untuk hari ketiga berturut-turut karena data pekerjaan yang mengecewakan dan sinyal oleh bank sentral bahwa stimulus pemerintah lebih lanjut mungkin diperlukan, memicu kekhawatiran investor tentang pemulihan ekonomi global.

Emas juga diuntungkan dari ketidakpastian baru atas perdagangan Tiongkok-AS setelah Presiden Donald Trump mengatakan dia sangat kecewa dengan Tiongkok atas kegagalannya untuk menahan virus korona, mengatakan pandemi di seluruh dunia membuat perjanjian perdagangannya dengan Beijing menjadi suram.

Para analis mencatat bahwa investor kemungkinan menggunakan emas sebagai mata uang pilihan terakhir, karena langkah-langkah stimulus dari pemerintah AS dan seluruh dunia dapat menyebabkan inflasi, memberikan dukungan kepada logam mulia.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 48,5 sen atau 3,09%, menjadi ditutup pada US$16,156 dolar per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik US$5,2 atau 0,68%, menjadi menetap pada US$775 per ounce. (A-2)

BERITA TERKAIT