15 May 2020, 07:50 WIB

Pertamina Sediakan Ratusan Ribu APD Tangani Covid-19


Gana Buana | Ekonomi

PERTAMINA berperan aktif berkontribusi membantu pemerintah untuk menangani pandemi corona virus disease (covid-19) melalui pemberian berbagai bentuk bantuan untuk masyarakat, termasuk tenaga medis hingga kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Untuk mendukung kinerja tenaga medis di 70 Rumah Sakit BUMN, Pertamina memberikan bantuan sebanyak 185 ribu alat pelindung diri (APD) melalui Pertamina Bina Medika IHC.

Sebelumnya, Pertamina menyalurkan bantuan sebanyak 18.000 APD ke Pertamina Bina Medika IHC sebagai Rumah Sakit Holding BUMN yang ditunjuk pemerintah sebagai rumah sakit rujukan covid-19.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan sebelum didistribusikan, APD tersebut ditempatkan di Gudang Pertamina Logistik Perkapalan untuk diperiksa (quality control) sekaligus memastikan kualitas barang yang akan didistribusikan sesuai dengan standar yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

“Pertamina memiliki gudang logistik perkapalan seluas 1.800 meter persegi yang semula diperuntukkan sebagai inventory atau gudang alat-alat perkapalan. Namun, di masa covid-19 seperti sekarang ini, Pertamina menggunakan sementara gudang ini sebagai storage barangbarang bantuan, salah satunya APD sebanyak 185 ribu,” ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima belum lama ini.

Menurut dia, sesuai penugasan dari Kementrian BUMN, bantuan APD tersebut akan didistribusikan kepada 70 rumah sakit BUMN yang berada di berbagai wilayah di Indonesia.

Pengolaan pendistribusian APD kepada rumah–rumah sakit lain, baik milik Pertamedika IHC maupun RS BUMN lainnya dikoordinir oleh Pertamina Bina Medika IHC Fajriyah menegaskan APD bagi tenaga medis merupakan senjata utama dalam perang melawan covid-19. Sehingga dengan tersedianya APD yang memadai, kinerja tenaga medis akan lebih optimal.

“Bantuan APD diharapkan bisa menjaga keselamatan dan keamanan para tenaga medis dalam menjalankan tugasnya merawat pasien covid-19,” kata dia.

Selain itu, kata Fajriyah, sebagai rumah sakit rujukan covid-19, Rumah Sakit Pertamina Jaya pun telah didukung laboratorium canggih untuk mendeteksi pasien covid-19 dengan alat tes polymerase chain reaction (PCR).

Dalam sehari, alat tersebut mampu melakukan tes hingga 1.400 sampel. Penyediaan lab canggih disertai peralatan tes yang mutakhir sejalan dengan posisi RS Pertamina Jaya sebagai rumah sakit rujukan covid-19.

“Dukungan peralatan yang memadai di RS Pertamina Jaya diharapkan bisa mendukung upaya pemerintah melakukan rapid test secara cepat dan akurat sehingga bisa memetakan dan mencegah penyebaran covid-19,” kata Fajriyah.

Fajriyah menambahkan berbagai peralatan tes PCR yang tersedia di lab RS Pertamina Jaya antara lain Verecrop dan LightCycler 480 serta alat ekstraksi Magna Pure 98 dan Cobas 6800 yang bekerja secara semi otomatis. Alat ini mampu mendeteksi sampel secara cepat dan akurat dengan kapasitas per harinya bisa mencapai 1.400 sampel.

“Tak hanya itu, RS Pertamina Jaya juga memiliki fasilitas drive thru swab test untuk masyarakat umum di halaman parkir RSPJ,” lanjut dia.

Direktur Keuangan Pertamedika IHC Catur Dermawan menjelaskan kegiatan drive thru swab test ini dilakukan dari hari Senin sampai Jumat pukul 09.00 hingga pukul 14.00 Wib. Saat pemeriksanaan swab test, pasien tetap di dalam mobil dan petugas kesehatan akan mengecek dari luar kendaraan.

Pendaftaran dan penjadwalan dilakukan secara online melalui nomor whatsapp 082111365121. Menurut Catur, biaya yang ditetapkan untuk tes mandiri tersebut cukup kompetitif dengan RS lainnya. Ketika dibuka hari pertama swab test pada 4 Mei 2020, tercatat sudah ada 33 orang yang telah menjalankan tes mandiri tersebut.

“Dengan teknologi Laboratorium yang canggih, RSPJ menyiapkan swab test untuk masyarakat umum yang ingin memeriksakan secara mandiri dan hasilnya dapat diketahui pada H+1 yang disampaikan melalui WA atau email,” jelas Catur.

Sumber: Pertamina/https://www.covid19.go.id

 

Bantu UMKM bertahan

Pemilik bengkel las ‘Kurnia Jaya’, Yaya Nurcahya, mengaku hampir gulung tikar pada awal masa pandemi covid-19. Tak ada order yang masuk selama beberapa pekan. “Waktu itu usaha sepi. Kalaupun ada, satu dua order saja untuk las yang sifatnya perbaikan,” ujar Yaya, 40.

Pria asal Ciamis ini mengaku usaha las yang dikerjakannya biasa mengerjakan pengelasan teralis, pagar canopi, dan lain-lain. Pertengahan Maret lalu, empat orang karyawan sempat dimintanya untuk ‘pulang kampung’. Namun mereka memilih tetap tinggal di bengkel.

Yaya hanya bisa pasrah. Hingga suatu saat, ada pemesanan wastafel portabel. Hanya bermodal contoh gambar dan tenggat waktu selama 3 hari, Yaya langsung menyanggupi. *“Tanpa pikir panjang, saya langsung bikin desain dan hitungan bahan sesuai gambar. Meski belum pernah membuat wastafel portabel, saya upayakan jadi secepatnya,” katanya.

Ternyata pesanan tersebut merupakan bantuan untuk kegiatan ‘Pertamina Peduli Covid-19’. Awalnya, pesanan sejumlah 6 wastafel portabel untuk Puskesmas di wilayah Jakarta.

Hingga akhirnya, Pertamina melakukan pemesanan kedua sebanyak 14 unit. “Alhamdulillah dalam kondisi seperti ini, saya masih bisa bekerja. Saya bersyukur sekali, rezeki ini tak hanya membantu saya. Tetapi juga membantu pegawai bengkel las kakak dan adik saya yang sempat tutup, kini ikut membantu,” tambahnya.

Yaya mengungkapkan bisnisnya juga berimbas pada para sopir mobil bak terbuka, yang biasa mangkal di bawah jembatan tol Antasari-Depok. *Minimal seminggu dua kali, kendaraan tersebut disewanya untuk mengantar wastafel ke lokasi tujuan di Jakarta, bahkan hingga keluar kota seperti Bandung, Cikampek, Bogor, Cilegon, dan lainnya.

Ia mengaku, bertambahnya pesanan tentu menuntut tambahan modal. Beruntung, tak hanya pesanan, Pertamina juga menawarkan program kemitraan, yakni program untuk wiraswasta menjadi mitra binaan perusahaan. *Dengan menjadi Mitra Binaan, Bengkel Las Kurnia Jaya bisa mendapatkan pinjaman modal sebesar Rp50 juta, yang lalu digunakan untuk membeli bahan dan perlengkapan membuat wastafel.

“Dengan menjadi mitra binaan, saya dapat diprioritaskan untuk membantu Pertamina Group menyediakan wastafel portabel atau kebutuhan lain sesuai bidang usaha saya,” tambah dia.

Total saat ini sudah 60 wastafel portabel yang dipesan Pertamina di Bengkel Las Kurnia Jaya, dengan harga sekitar Rp3,2 juta per unit. Yaya hanya salah satu kisah pengusaha mikro yang bisa bertahan di tengah pandemik covid-19.

Selain dia, masih banyak UMKM binaan Pertamina yang mampu bangkit dan tidak menyerah dengan kondisi. Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina Marketing Operation Region III Jawa Bagian Barat Dewi Sri Utami menuturkan UMKM binaan Pertamina yang banting setir kemudian menjadi pengusaha masker non medis.

“Awalnya mereka kurang percaya diri, namun setelah mencoba akhirnya bisa. Saat pemerintah mewajibkan seluruh warga yang sehat mengenakan masker nonmedis, Pertamina pun dapat mendonasikan masker produksi Mitra Binaan. Selain itu, juga untuk memenuhi kebutuhan masker di internal Pertamina maupun sebagai gimmick untuk kebutuhan promosi produk Pertamina,” jelas Dewi.

Beragam hasil produksi Mitra Binaan Pertamina dimanfaatkan untuk mengatasi pandemik covid-19. Selain masker, wastafel portable, dan APD untuk kebutuhan media, juga ada usaha minuman rempah jahe, sembako, dan produsen tas goodie bag.

Bahkan pada bulan Ramadan ini, perajin sarung dan jilbab, juga mendapatkan rejeki untuk mengisi paketpaket santunan Ramadan. “Di masa sulit ini, saatnya kita menggalang ekonomi masyarakat melalui UMKM binaan dalam mendukung kegiatan Bina Lingkungan Perusahaan,” tandas dia. (Gan/S3-25)

BERITA TERKAIT