15 May 2020, 09:05 WIB

Trio Musikus Barcelona ini jadi Terkenal Lantaran Wabah Korona


adiyanto | Weekend

FISIK boleh terkurung, tapi kreativitas haruslah tetap  tanpa batas. Itulah prinsip yang dianut Klaus, Rai, dan Guillem. Trio musikus asal Barcelona, Spanyol, yang terpenjara di apartemen lantaran aturan physical distancing selama pandemi covid-19, tetap produktif bermusik dan mencipta lagu. Berbekal gitar dan sebuah tong tempat sampah, mereka coba memantik harapan lewat musik.

Penampilan mereka di atap gedung maupun balkon apartemen dan lagu-lagu mereka yang menarik dalam campuran bahasa Spanyol, Catalan dan Inggris, mengesankan banyak orang di dunia nyata maupun maya. Sebuah label rekaman raksasa, Sony, bahkan kepincut dan berencana mengontrak mereka.

Trio yang dikenal sebagai "Stay Homas” ini sekarang memiliki 400.000 pengikut di Instagram. Penyanyi pop dunia, Michael Buble bahkan ikut mengkover satu lagu mereka. Trio ini juga telah berkolaborasi dengan Manu Chao dan Pablo Alborán. Album pertama mereka akan keluar musim gugur ini.

“Saya betul-betul tidak percaya ini akan terjadi pada kami. Sony datang karena mereka suka lagu yang kami buat di atap dengan gitar dan tong tempat sampah ," kata Guillem (lengkapnya Gullem Bolto) kepada AFP di flat mereka, Jumat (15/5).  "Benar-benar luar biasa, " imbuh pemuda berusia 25 tahun tersebut,

Sejak awal tahun, ketiganya telah berbagi flat di Barcelona yang lorongnya sekarang penuh bir dan berbagai barang gratis yang dikirim oleh sejumlah perusahaan maupun individu yang produknya muncul di video mereka.

Klaus dkk bermain di dua band yang berbeda: Guillem bernyanyi dan memainkan trombone di salah satu band, sementara Klaus Stroink, 25, seorang pemain trompet di band lain bersama pemain bass berusia 28 tahun, Rai Benet.

Tetapi mereka tidak pernah menulis apa pun bersama-sama sampai diberlakukannya Lockdown pada 14 Maret lalu. Ketika itu, mereka sedang berada di ujung jalan sambil minum bir di kawasan Ensanche, Barcelona.

"Rai mulai memainkan gaya bosanova sembari bergurau dan kami mulai mengumpulkan lagu yang kami rekam dan unggah di internet," jelas Guillem.

Tak dinyana lagu itu jadi hit. Lalu, pada hari berikutnya mereka merekam yang disebut "Stay Homas" yang kemudian mereka ambil sebagai nama grup mereka. Disusul lagu-lagu yang lain.

Selama dua bulan terakhir, mereka telah mengulik berbagai jenis music, mulai reggae hingga folk. Semuanya mereka kemas dengan cara yang  ringan dan penuh humor. (M-4)

BERITA TERKAIT