15 May 2020, 05:10 WIB

Tahun Ajaran 2020/2021 di DKI Dimulai 13 Juli


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

KEPALA Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengungkapkan hari pertama tahun ajaran baru 2020/2021 jatuh pada 13 Juli. Pihaknya tengah menyiapkan pengajaran atau kegiatan belajar mengajar di tengah pandemi Covid-19.

"Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) direncanakan pada 13-15 Juli. Kami melakukan ini semua dengan mengikuti kebijakan pemerintah. Apabila PSBB ini telah dibuka kembali, kami mempersiapkan beberapa alternatif skema pengajaran," jelas Nahdiana dalam video yang diunggah Pemprov DKI Jakarta, Kamis (14/5).

Skema atau rancangan pengajaran itu ialah yang pertama, sebagian sekolah dibuka dengan semua siswa belajar di sekolah. Yang kedua, sebagian sekolah dibuka, dengan sebagian siswa belajar di sekolah. Skema ketiga ialah semua sekolah dibuka, sebagian siswa belajar di rumah.

"Secara internal kami menyiapkan, tapi kami juga perlu memastikan kesiapan-kesiapan sekolah dan guru, baik lingkungan sekolah sendiri apakah itu sudah aman. Baik internal dan lingkungan sekitarnya apakah masih berada di zona merah dan lainnya," ujar Nahdiana.

Selain itu, sekolah juga harus diperiksa apakah memiliki fasilitas sanitasi penunjang pencegahan penularan Covid-19. Termasuk soal sterilisasi ruangan dan pengaturan ruang pembelajaran.

Disdik juga bakal mengecek apakah guru di sekolah-sekolah DKI Jakarta sudah dinyatakan sehat atau tidak terjangkit dari Covid-19.

"Lalu tempat tinggal guru dan tenaga kependidikan juga apakah sudah cukup dikatakan aman, lalu apakah guru sudah siap mengubah proses pembelajaran. Kesiapan siswa dan keluarga juga menjadi perhatian kami dalam mempersiapkan ini. Apakah siswa dan keluarganya sehat, serta aman," kata Nahdiana.

Disdik DKI juga merancang soal masa transisi selama 2 bulan atau 8 minggu pascapandemi Covid-19. Nantinya, pada minggu pertama dan minggu kedua sekolah hanya masuk 1 hari dan siswanya secara bergantian masuyk sekolah.

"Lalu pada masuk siklus dua dimana 2 minggu belajar di sekolah dan 2 minggu di rumah, juga secara bergantian. Lalu siklus ketiga adalah ketika sudah ada adaptasi di siklus kedua, maka siklus ketiga kita mulai bergantian 1 minggu sekali masuknya. Tapi jika belum dinyatakan aman kita akan melakukan kembali kesiapan lainya," pungkas Nahdiana. (R-1)

BERITA TERKAIT