15 May 2020, 03:40 WIB

Ngabuburit Hasilkan Alat untuk Perangi Covid-19


Mohammad Ghazi | Nusantara

SEJUMLAH remaja putri terlihat sibuk. Diantarra mereka ada yang mrnggunting dan menjahit kain. Sebagian lainnya menata dan memasukkan dalam kotak kardus.

Para remaja itu merupakan anggota komunitas Hummanity for All yang merupakan gabungan dari GUSDURian, Pramuka, dan beberapa kelompok lainnya di Sumenep. Mereka membuat alat pelindung diri (APD) berupa baju hazmat, masker dan face shield (pelindung wajah) untuk tim medis dan masker. Aktivitas di Gedung Gria Madasakti, Kota Sumenep, Jawa Timur itu sudah berlangsung sejak sebulan terahir.

Koordinator GUSDURian Sumenep, Faiqul Khair Alkudus, mengatakan kegiatan yang dilakukan teman-temannya itu awalnya untuk memenuhi kebutuhan masker di masyarakat secara cuma-cuma. Namun setelah mengetahui alat pelindung diri tenaga medis makin menipis, mereka mulai mencoba memproduksi APD untuk tenaga medis. Mulai dari baju
hazmat suit, masker bedah dan face sield (pelindung wajah).

"Kami melibatkan tim dari Dinas Kesehatan sebagai tenaga pemdamping untuk hal yang berkaitan dengan desain dan standar produksi. Jadi, APD yang kami produksi sudah memenuhi standar yang ditentukan. Termasuk standar bahan, seperti baju hazmat yang menggunakan bahan spund bond," kata Faiq.

Pada bulan puasa, kegiatan memproduksi APD itu digunakan sebagai waktu menunggu waktu buka puasa. Sebab, pada pagi hari sebagian anggota komunitas tersebut harus menyalurkan bantuan kemanusiaan atau membantu satgas di Posko Covid-19.

Seluruh APD yang dihasilkan sudah disalurkan ke RSUD Sumenep dan sejumlah puskesmas di wilayah itu bersama bantuan lain dari pihak-pihak yang peduli. "Untuk APD yang tidak bisa  diproduksi sendiri, seperti spatu booth dan hand gloves kami membeli di Surabaya," jelas Faiq.

Selama sebulan terakhir, komunitas Hummanity for All sudah menyalurkan bantuan berupa 700 lembar hazmat suite, 1.000 unit face shield, 250 lembar masker KN 95, 10 box masker bedah, 30 buah sepatu booth, 10 box hand glove (pelindung tangan) dan lainnya.

"Sebagian dari yang kami salurkan, adalah hasil produksi sendiri dan sebagian lainnya sumbangan dari beberapa pihak seperti Yayasan Tri Dharma, Keluarga Buddayana Indonesia dan Buddist Education Center," jelas Faiq. (R-1)

 

BERITA TERKAIT