15 May 2020, 02:25 WIB

Pandemi Covid-19 Dorong STMKG Tingkatkan Inovasi


Widhoroso | Humaniora

PANDEMI Covid-19 berdampak terhadap semua sektor termasuk dunia pendidikan. Wabah virus yanga bermula dari Wuhan, Tiongkok tersebut membuat sistem pengajaran saat ini dilakukan dengan metode jarak jauh.

Meskipun demikian, Ketua Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) I Nyoman Sukanta menyatakan hal tersebut tidak menyurutkan semangat belajar mengajar di STMKG.

“Kami telah melakukan sistem pembelajaran jarak jauh sejak awal  pandemi Covid-19. Hal ini menjadikan para taruna dapat berpikir kritis dan tergerak untuk melakukan inovasi terkait keilmuan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika serta menerapkan ilmunya dengan kegiatan pengamatan di lingkungan tempat tinggal mereka,” ujarnya, Kamis (15/4).

Menurut Nyoman, sistem pengajaran secara virtual di STMKG pada masa pandemik ini, sudah melalui kajian kolaborasi antara Ketua Program Studi, Satuan Penjamin Mutu, dan Satuan Pengawas Internal serta pengawasan langsung oleh Ketua STMKG.

“Hal ini bertujuan agar bisa dipastikan bahwa materi pembelajaran telah tersampaikan dengan baik, sehingga tujuan utama untuk menghasilkan kualitas lulusan STMKG tetap terjaga,” ujarnya.

Untuk para dosen dan tenaga pendidik, jelas Nyoman, diharapkan dapat mengembangkan inovasi dalam menyampaikan ilmunya kepada para taruna.
Ditambahkan para dosen diberikan kebebasan dalam penggunaan teknologi virtual yang dapat diakses dengan mudah oleh para taruna yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

"Dalam kondisi saat ini, para pengajar diharuskan untuk lebih berinovasi dalam hal menyampaikan bahan ajarnya. Pengajaran secara virtual mewajibkan semua dosen maupun taruna untuk dapat menguasai teknologi komunikasi dan teknologi jaringan, agar penyampaian materi dapat dilaksanakan dengan baik,” ujar Nyoman. (RO/R-1)

BERITA TERKAIT