15 May 2020, 05:40 WIB

Senyawa di Gaharu Hadang Korona


Fer/Aiw/H-1 | Humaniora

ADA banyak manfaat pada pohon gaharu (Aquilaria malaccensis). Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan (Puslitbanghutan) Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berhasil mengungkap bahwa senyawa kimia sesquiterpenes di dalam gaharu dapat berperan sangat efektif menekan penyebaran covid-19.

Gaharu sebelumnya juga telah dimanfaatkan Puslitbanghutan sebagai bahan baku hand sanitizer gaharu (HaRus) dan sabun tangan. Peneliti Puslitbanghutan, Asep Hidayat, menjelaskan bahwa di dalam gaharu mengandung senyawa-senyawa sesquiterpenes, seperti guaiene, gurjunene, muurolene, eudesmol, dan selinene.

“Senyawa-senyawa sequisterpenes berfungsi sangat efektif memutus mata rantai bagi berkembangnya berbagai macam penyakit berbahaya yang akan menjadi calon inang yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan virus korona (covid-19),” kata Asep, kemarin.

Dicontohkan, senyawa-senyawa sesquiterpenes seperti kelompok gurjunene, muurolene, dan eudesmol dapat melawan virus H5N1, yaitu virus yang menyebabkan gangguan pernapasan akut pada manusia, yang dapat berpotensi menjadi penyakit flu burung (avian influenza).

“Kemudian kelompok senyawa guaiene, juga sangat berpotensi melawan virus H2N2, yaitu virus yang menyebabkan pandemi terkenal pada 1957-1958 itu, yaitu flu Asia,” sebutnya.

Asep juga menjelaskan apabila jenis-jenis virus tersebut berkembang dengan baik di dalam tubuh manusia, penyakit yang ditimbulkannya itu dapat menjadi calon inang bagi virus korona untuk bereproduksi.

Salah satu tanaman herbal lain yang saat ini dijadikan kandidat antivirus covid-19 ialah jamur Cordyceps militaris.

Menurut Pakar Biomolekuler Universitas Brawijaya Widodo, jamur Cordyceps militaris mengandung beberapa senyawa aktif yang mampu menangkal virus, khususnya yang menyerang sistem pernapasan.
“Keunggulan dari Cordyceps memiliki beberapa senyawa aktif yang bekerja secara sistemik,” kata Widodo dalam satu diskusi, Rabu (13/5).

Berdasarkan studi bioinformatika dan metadata yang dilakukan Widodo, senyawa terutama yang tersusun dari polisakarida mampu menstimulasi imunomodulator atau meningkatkan imun tubuh sehingga berpotensi sebagai antiviral. Sedangkan senyawa kordisepin memiliki struktur unik yang mirip dengan senyawa antivirus yang disebut nucleus analogy yang berpotensi menghambat replikasi virus covid-19. (Fer/Aiw/H-1)

BERITA TERKAIT