15 May 2020, 02:45 WIB

Pemkot Tasikmalaya Waspadai Peredaran Daging Sapi Oplosan


Kristiadi | Nusantara

TINGGINYA permintaan daging sapi jelang lebaran memunculkan laku curang segelintir orang yang mencampur daging sapi dengan daging babi. Untuk mencegah hal tersebut, Pemerintah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Induk Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Rabu (14/5).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, Kota Tasikmalaya, Tedi Setiadi mengatakan tim melakukan sidak ke Pasar Induk Cikurubuk untuk memastikan tidak adanya daging sapi yang terkontaminasi daging babi. Menurutnya, dalam sidak ini petugas tidak menemukan adanya daging sapi yang dioplos daging babi.

"Untuk pengecekan daging sapi yang selama ini dilakukannya, indikasi negatif daging babi. Jadi warga supaya tidak panik dan tetap harus tenang. Namun, kami akan terus melakukan pemantauan dan tidak hanya di pasar induk Cikurubuk saja. Kami akan melakukan pemantauan ke pasar-pasar lain untuk mencegah peredaran daging babi," katanya, Kamis (14/5).

Tedi mengatakan, daging sapi lokal yang dijual sekarang telah mengalami kenaikan dari harga normal Rp115 ribu per kilogram menjadi Rp120 per kilogram.

"Kota Tasikmalaya sekarang bebas dari daging babi dan sekarang ini daging sapi segar yang dijualnya pedagang telah mengalami kenaikan sebesar Rp 5 ribu per kilogram. Sedangkan, untuk daging ayam harganya merangkak naik dari Rp 30 ribu menjadi Rp 40 ribu per kg," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Loka POM Tasikmalaya, Jajat Setia Permana mengatakan, pihaknya telah memastikan tidak ada daging babi di lapak-lapak pedagang daging sapi di Pasar Cikurubuk. Karena, seluruh sampel dari pedagang daging sapi selama ini tidak ada yang menunjukkan  positif daging babi.

"Sampel yang telah dikumpulkan dari seluruh pedagang daging, hasilnya negatif dan bebas dari kandungan babi, kami juga mengingatkan masyarakat untuk lebih teliti ketika membeli daging segar terutamanya bentuk daging babi dengan daging sapi tentu agak sulit dibedakan secara kasatmata tapi perbedaan hanya bisa dipastikan melalui pemeriksaan tetapi semua jangan khawatir Tasikmalaya bebas daging babi," paparnya. (R-1)

BERITA TERKAIT