15 May 2020, 03:05 WIB

Ketika Niat Bersambut Kolaborasi


MI | Humaniora

‘IF there is a will, there must be a way’, idiom ini tepat menggambarkan bagaimana keinginan Yayasan Media Group untuk membantu penanganan virus korona baru (covid-19) dalam pengadaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis meski tidak memiliki keahlian di bidang medis.

Chief CSR Media Group, Lisa Lowhur, menyebutkan, selama 16 tahun Dompet Kemanusiaan Media Group (DKMG) beraktivitas membantu berbagai bencana di Indonesia, semua bencana yang dibantu merupakan bencana alam. Oleh sebab itu, ini menjadi kali pertama DKMG mengelola penyaluran bantuan dalam bidang medis dan kesehatan.

Pengalaman baru dalam penanganan bencana pandemi diakui Lisa bukan suatu hal mudah pada awalnya. Itu karena menyangkut persoalan medis dan pihaknya bukan ahli dan dokter yang dapat menentukan mutu suatu APD ataupun jenis hingga peruntukan penggunaannya.

“Awal-awal memang ada kekhawatiran apakah bisa meng-handle ini karena ini bukan ekspertise-nya Media Group,” tutur Lisa kepada Media Indonesia, Rabu (13/5).

Terlebih, pada awal-awal penanganan covid-19, APD sangat jarang di pasaran sehingga pengadaannya memerlukan usaha lebih keras. Belum lagi pihaknya juga harus memastikan mutu APD agar sesuai dengan kebutuhan.

“Semua barang yang diadakan pun harus memenuhi persyaratan medis, baik izin edar Kemenkes maupun persyaratan lainnya,” kata dia.

Tantangan lainnya ialah berkaitan dengan mobilisasi tim bila langsung ke rumah sakit karena ada kekhawatiran tertular hingga pembatasan aktivitas dari pemerintah. Padahal, umumnya saat bencana alam, tim DKMG selalu langsung turun ke lokasi.

Memahami adanya kekurangan pemahaman bidang medis, DKMG mencari pihak lain untuk berkolaborasi. Di sinilah DKMG mendapatkan partner Co-Hope yang merupakan anak-anak kedokteran UI dengan jaringan ke berbagai rumah sakit dan dokter khusus paru. Co-Hope juga memiliki pengetahuan untuk menyeleksi APD, termasuk penggunaannya.

“Ini kolaborasi sangat luar biasa. Teman-teman dari garda terdepan inilah yang kemudian jadi perpanjangan tangan kami ke rumah sakit dan melakukan rekonfi rmasi. Begitu juga ketika kami membeli barang, kami mengecek terlebih dahulu,” tutur Lisa.


Distribusi bantuan

Berbagai kolaborasi juga dijalin DKMG guna memperlancar penyaluran distribusi bantuan, seperti bantuan logistik. Pihaknya berkolaborasi dengan JNE untuk mengirimkan bantuan ke berbagai daerah dari Aceh sampai Papua.

“Adapun untuk pengantaran wilayah Jabodetabek kami dibantu Lalamove yang mengantarkan ke lokasi-lokasi puskesmas dan kawasan kecil lainnya,” terang Lisa.

Lisa menyebutkan, pihak Media Group tidak hanya menyalurkan bantuan dari masyarakat. Sebagai bagian dari kepedulian Media Group, para pimpinan juga menyumbangkan gajinya sebagai bentuk solidaritas.

Salah satu pihak penerima bantuan APD, yakni rumah sakit, berterima atas bantuan APD dari DKMG. “Nantinya APD yang diterima ini digunakan untuk penggunaan para dokter dan perawatan serta karyawan dalam melayani pasien covid-19 di RSU UKI,” tutur Dirut RSU UKI Setiawan.

Sejauh ini, pihak RSU UKI menangani 60 pasien dalam pengawasan (PDP) covid-19 ringan dan sedang. Adapun untuk pasien covid-19 yang berat langsung di rujuk ke rumah sakit rujukan. (Dro/S-3)

BERITA TERKAIT