15 May 2020, 02:40 WIB

Galang Donasi untuk Kemanusiaan


Dero Iqbal Mahendra | Humaniora

GOTONG royong selalu menjadi salah satu filosofi dasar masyarakat Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk penanganan bencana. 

Saat virus korona baru (covid-19) dengan status pandemi ditetapkan WHO masuk dan menyebar di Indonesia, semangat gotong royong pun muncul di tengah masyarakat, terutama saat mengetahui bahwa para petugas medis di garis depan memiliki proteksi minimal menghadapi covid-19 itu.

Chief CSR Media Group, Lisa Lowhur, menceritakan, Yayasan Media Group sejak awal berdirinya setelah tsunami Aceh selalu terlibat dalam berbagai bencana alam. Karenanya, keterlibatan Media Group dalam penanganan covid-19 menjadi suatu pengalaman baru. 

Lisa menerangkan, dengan status pandemi yang ditetapkan WHO dan situasi kurangnya proteksi bagi para tenaga medis dan dokter di garis depan, membuat pihaknya harus segera merespons.

“Covid-19 ini termasuk kategori bencana, tetapi nonalam. Untuk itu, kita memutuskan membuka Dompet Kemanusiaan Media Group (DKMG) dan menggalang dana. Kita akan fokuskan untuk membantu tenaga medis di garda terdepan,” ujar Lisa di Jakarta, Rabu (13/5).

Lebih jauh ia mengatakan bahwa misi dari dompet kemanusiaan kali ini ialah memberikan dukungan nutrisi dan proteksi alat pelindung diri (APD) kepada garda terdepan, baik itu di rumah sakit, puskesmas, maupun tempat penampungan karantina masyarakat bagi status orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

Lisa menyadari betul para tenaga medis merupakan pertahanan terdepan bagi Indonesia dalam menghadapi covid-19. Untuk itu, perlengkapan proteksi yang sesuai dengan standardisasi medis menjadi kebutuhan utama, termasuk asupan nutrisi bagi para dokter dan tenaga medis.

“Mereka garda terdepan yang rutinitasnya berinteraksi dan menangani pasien covid-19, sedangkan mereka harus sehat dan tidak boleh terpapar. Mereka itu sistem pertahanan kita sehingga harus sehat bukan hanya untuk masyarakat banyak, melainkan juga untuk keluarga mereka,” terang Lisa.

Meski begitu, ia menyadari bahwa untuk membantu dalam bidang medis bukan merupakan ekspertise Yayasan Media Group yang terbiasa menangani bencana alam. Guna menciptakan penyaluran bantuan yang optimal dan cepat, pihaknya menggandeng sejumlah pihak untuk berkolaborasi. Misalnya, kerja sama dengan Nutrisi Garda Terdepan yang bergerak memenuhi asupan gizi dan vitamin bagi para tenaga medis di garis terdepan.

Lisa menceritakan pada masa awal penanganan covid-19, situasi rumah sakit, khususnya di Jabodetabek, bisa dikatakan panik. Bahkan, 11 rumah sakit rujukan tidak mampu melindungi tenaga medisnya, dari ketersediaan makan, vitamin, hingga susu.

Pihaknya pun langsung memberikan dana kepada Nutrisi Garda Terdepan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi para dokter. Mereka langsung menyiapkan makan besar, susu, vitamin, dan berbagai kebutuhan penunjang kesehatan bagi tenaga medis.

Selain Nutrisi Garda Terdepan, DKMG juga memiliki mitra Co-Hope yang merupakan organisasi dari mahasiswa kedokteran Universitas Indonesia, yang memang mengurus seleksi, penyaluran, dan menguji APD yang akan disalurkan agar sesuai kebutuhan di lapangan.

“Belakangan ada juga help to help yang merupakan sekumpulan dokter yang memang juga mengumpulkan dana untuk memberikan APD kepada rumah sakit, tetapi mereka terbentur terbatasnya dana, harga APD yang mahal, sehingga mereka tidak bisa mengirimkan bantuan. Kita kemudian kerja sama untuk menyalurkan APD,” jelas Lisa.

Sejauh ini, DKMG telah menggandeng sejumlah pihak untuk membantu distribusi dari APD maupun bantuan lainnya. Di antaranya Lalamove, Saling Jaga Melawan Corona, Nutrisi Garda Terdepan, Sahabat Peduli Indonesia, Rumah Harapan Melanie, Vdesign, YCAB, dan sejumlah rumah sakit.


Semangat berbagi

Dalam kesempatan berbeda, Founder benihbaik.com, Andy F Noya, mengemukakan pihaknya juga ikut terlibat dalam upaya penanganan covid-19. Menurut dia, pihaknya turut menggalang dana hingga membuat sekitar 150 program khusus. Program itu ialah penggalangan dana untuk APD dan peralatan medis serta terkait dengan sembako.

“Total dana yang terhimpun Rp24 miliar lebih, sebagian besar datang dari b to b atau perusahaan yang berdonasi,” tutur Andi. (S-2)


Ketua Yayasan Media Group Ali Sadikin (kiri) menyerahkan bantuan APD dari Partai NasDem kepada Direktur Utama RS UKI, dr Setiawan, di Lobby Gedung Metro TV

BERITA TERKAIT