14 May 2020, 22:56 WIB

Stok Bulog Kosong, Pemkab Larantuka Disarankan Impor Gula


Ferdinandus Rabu | Nusantara

GUDANG Bulog Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur, ternyata sudah tidak mempunyai stok gula selama sebulan ini.

Kasubdivre Perum Bulog Larantuka Piter De Haan, Kamis (14/5), mengakui kekosongan stok gula pasir karena masih menunggu kiriman gula impor dari Bulog pusat.

"Saat ini stok gula lagi kosong di gudang Bulog. Sudah hampir sebulan. Kami sudah mengirimkan permintaan 25 ton gula ke pusat sejak Maret tetapi sampai saat ini belum tiba," kata Piter.

Baca juga: Luhut Berencana Longgarkan Pembatasan Sosial di Bali dan Yogya

Dia mengaku mendapatkan kabar kalau Bulog masih menunggu gula impor. "Sehingga kami masih menunggu. Apalagi dampak virus korona juga menghambat distribusi. Kita harap bisa tiba secepatnya untuk membantu kebutuhan masyarakat saat Ramadan dan menjelang Lebaran," kata dia.

Sembari menunggu kiriman gula, Piter mengaku sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengimpor gula demi mengatasi kelangkaan yang terjadi.

"Untuk cadangan sambil menunggu stok dari pusat jika masih lama, kami juga telah meminta pemda untuk bisa mengimpor gula. Saat ini masih dalam proses," lanjut Piter.

Baca juga: Jabar Terapkan PSBB, Penyebaran Virus Korona Malah Makin Masif

Sementara itu terkait stok sembako lainnya, Bulog Larantuka menjamin masih aman. Stok beras saat ini sebanyak 1.150 ton dan dipastikan mencukupi hingga 3 bulan ke depan. Beras cadangan pun akan segera didatangkan sebanyak 500 ton untuk menjaga ketersediaan beras selama 6 bulan.

Demikian pula dengan stok terigu di gudang saat ini sebanyak 3.300 ton dan stok minyak goreng sebanyak 2.252 liter, yang diyakini mampu menjamin kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan. (X-15)

BERITA TERKAIT