14 May 2020, 21:49 WIB

Ini Jadwal Penerimaan Peserta Didik Baru di DKI


Insi Nantika Jelita | Humaniora

PENDAFTARAN Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020- 2021 ditengah pandemi covid-19 secara online dimulai 15 Juni-9 Juli.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana, ada dua mekanisme pendaftaran siswa untuk ajara baru, yakni melalui daring atau online dan melalui posko yang tersedia di sekolah.

Sedangkan sosialisasi internal pelaksanaan PPDB, tambah Nahdiana, dilaksanakan pada 18 Mei - 20 Mei. Lalu pra pendaftaraan ini bagi peserta didik yang kartu keluarga (KK) dari DKI, diluar DKI tapi sekolahnya di DKI, anak-anak di luar DKI baik sekolah ataupun KK nya di luar DKI dan bagi sekolah internasional untuk dilakukan konversi dari nilainya pada 11-14 Juni.

"Pendaftaran online dimulai 15 Juni - 9 Juli. Lalu persiapan masa perkenalan lingkungan sekolah yang direncanakan pada 11 Juli," terang Nahdiana dalam video yang diunggah Pemprov DKI Jakarta, Kamis (14/5).

Baca juga ;Satpol PP DKI Ancam Tindak Tegas Pelanggar PSBB

Pemprov DKI Jakarta pun menyiapkan berbagai jalur PPDB 2020-2021. Untuk jalur afirmasi misalnya disediakan bagi peserta didik dari keluarga ekonomi tidak mampu atau anak yang berprestasi ada peningkatan.

"Karena ini memang anak pekerja dan anak Jaklingko meningkat. Kalo kemarin hanya ada 170 siswa, saat ini sudah ada 28.900 KK, 4459 kk untuk Jaklingko. Ini untuk perpindahan usia ini juga tidak ada perpindahan untuk menyeleksi. Begitu juga jalur zonasi, baik kelurahan maupun provinsi, dan kita memang memberikan kesempatan pertama bagi jalur afirmasi," jelas Nahdiana.

Lalu, untuk peserta didik di jenjang yang akan masuk di SMP atau SMA ini ada perubahan, baik dari seleksi ataupun proporsi. Menurut Nahdiana, yang dari seleksi, mulai dari afirmasi yang sebelumnya menggunakan alat seleksi UN, saat ini menggunakan seleksi lewat usia.

Selain karena UN tahun ini ditiadakan, Nahdiana menyebut, hal ini juga untuk memberi kesempatan kepada anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu dengan kemampuan akademis yang rendah.

"Karena berdasarkan evaluasi PPDB tahun 2019, jalur afirmasi belum dapat mengamodasi bagi peserta didik yang berkemampuan akademis rendah yg berasal dari keluarga tidak mampu. Dengan seleksi UN masih ada beberapa calon peserta didik di kuadran tertentu," jelas Nahdiana. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT