14 May 2020, 20:25 WIB

Penyerang Novel Dapat Bantuan Hukum, Polri: Mereka Anggota Kami


Tri Subarkah | Politik dan Hukum

DUA terdakwa kasus penyerangan penyidik senior KPK Novel Baswedan, yakni Ronny Bugis dan Rahmad Kadir mendapat pendampingan hukum dari Korps Bhayangkara. Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menilai hal itu wajar.

Menurut Ahmad, pendampingan hukum terhadap keduanya sudah sesuai aturan mengingat para terdakwa merupakan anggota Polri. Aturan yang dimaksud Ahmad termaktub dalam Peraturan Kapolri No 2 Tahun 2017.

"Sesuai dengan Perkap No 2 Tahun 2017 tentang tata cara pemberian bantuan hukum oleh Polri dijelaskan bahwa setiap anggota Polri yang berhadapan dengan masalah hukum, berhak mendapat bantuan hukum, baik itu perkara perdata, pidana, pengadilan agama, dan pengadilan lainnya," jelas Ahmad di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (14/5).

Baca juga: Diduga Pakai Softlens, Novel Baswedan: Kalau Mau Dicolok Boleh

Lebih lanjut, Ahmad menyebut bantuan yang diberikan kepada kedua penyerang Novel berdasarkan pada fungsi Divisi Hukum yang bertindak sebagai panasihat hukum berdasarkan surat perintah dari pejabat yang berwenang.

"Adalah hal yang wajar guna pemenuhan hak setiap anggota Polri sesuai dengan aturan internal yang ada," sambung Ahmad.

"Untuk itu jika ada keberatan dari para pihak dipersilakan untuk mengajukan keberatan itu kepada pimpinan sidang," pungkasnya.

Pendampingan Polri kepada para terdakwa sebelumnya dinilai ganjil oleh Tim Advokasi Novel Baswedan. Anggota Tim Advokasi Novel, Kurnia Ramadhana mempertanyakan dasar institusi Polri mendampingi terdakwa karena dianggap akan menghambat proses hukum dalam membongkar kasus tersebut. (OL-4)

BERITA TERKAIT