14 May 2020, 15:15 WIB

Jumlah Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Bandung Bertambah


Bayu Anggoro | Nusantara

KEBUTUHAN alat pelindung diri (APD) di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung terus berkurang seiring semakin banyaknya rumah sakit rujukan yang menangani pasien positif maupun diduga covid-19. Pada puncaknya RSHS pernah membutuhkan hingga 400, teapi kini hanya diperlukan sekitar 250 set alat untuk tenaga medis tersebut.

Hal ini disampaikan Direktur Utama RSHS Nina Susana Dewi seusai menerima bantuan dari PLN Grup Wilayah Jawa Barat berupa ratusan APD dan kebutuhan medis lainnya senilai Rp100 juta, di RSHS Bandung, Kamis (14/5). Penyerahan ini dipimpin Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat Iwan Ridwan.

Baca juga: Bantuan APD Terus Mengalir ke Rumah Sakit

Nina bersyukur bahwa saat ini jumlah pasien terkait covid-19 yang mereka rawat terus berkurang. Dari total 135 tempat tidur yang tersedia untuk merawat pasien yang terjangkit virus korona, yang terisi hanya 22,5%.

"Salah satunya karena sekarang beberapa rumah sakit lain sudah melayani (perawatan covid-19). Jadi pasien di kami berkurang," katanya.

Dia menjelaskan bahwa saat ini RSHS hanya merawat pasien yang kondisinya tergolong parah. "Pasien (covid-19) level merah, dirawat di RSHS. Yang lainnya, yang lebih baik, tersebar di berbagai rumah sakit di Jawa Barat," paparnya.

Oleh karena itu, dia memastikan masih membutuhkan peralatan medis seperti APD. Kebutuhan APD sebanyak itu akan digunakan oleh tenaga medis di ring I yang menangani langsung pasien covid-19.

"Total semuanya adanya 175 tenaga medis," tambahnya. Bahkan, pihaknya juga membutuhkan peralatan medis lain seperti ventilator, inkubator, dan alat sirkulasi untuk membuang udara kotor dari dalam ruangan.

"Kami juga membutuhkan hand sanitizer," ucapnya. Manajer Komunikasi PLN UID Jawa Barat Iwan Ridwan mengatakan, pihaknya menyalurkan bantuan ini sebagai wujud dukungannya terhadap para tenaga medis yang telah berjasa dalam menghadapi pandemi covid-19 ini.

Adapun bantuan berupa 366 set coverall, 16 dus sarung tangan medis, 366 pelindung sepatu medis, 250 pasang sepatu booth, dan 22 box masker medis. "Ini wujud kepedulian kami," katanya.

Tidak hanya itu, Iwan menyebut karyawan PLN UID Jawa Barat secara swadaya menggalang bantuan yang akan digunakan untuk membayar tagihan listrik sejumlah masjid kecil yang berada di provinsi tersebut. "Bantuan-bantuan dari pegawai, terkumpul Rp200 juta. Kami gunakan untuk membayar tagihan listrik masjid-masjid kecil," katanya. (BY/A-1)

 

BERITA TERKAIT