14 May 2020, 17:57 WIB

Produksi Turun, Bawang Merah Ternyata Masih Diekspor


M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

KEPALA Badan Pengkajian dan Pengambangan Kementerian Perdagangan, Kasan Muhri, mengaku kaget masih adanya bawang merah yang diekspor. Padahal, komoditas tersebut sedang mengalami penurunan produksi hingga 30%.

"Saya kaget bawang merah itu mengalami penurunan produksi sekitar 30%, yang malah diekspor sebanyak 19 ton. Dalam situasi ini bukan mungkin ekspor pangan terjadi," ujar Kasan, Kamis (14/5).

Baca juga: Kementan Subsidi Biaya Pengiriman Cabai dan Bawang Merah

Selain itu, kegiatan ekspor buah-buahan juga masih terjadi di tengah pandemi. Pasar ekspor yang disasar, yaitu Korea Selatan dan Uni Emirat Arab (UEA).

"Informasi yang diperoleh, ekspor pangan terjadi ke Korea Selatan dan UEA. Jadi tidak menutup kemungkian dua sisi, yakni impor dan ekspor, tetap terjadi," pungkasnya.

Kasan mengungkapkan ada sebuah transaksi saat pesawat asal UEA mengirim bantuan alat kesehatan ke Indonesia pada 28 April. Begitu pengiriman selesai, pesawat diisi dengan bahan pangan dari Indonesia.

Baca juga: Pedagang Bersyukur Harga Bawang Putih dan Bombay Mulai Turun

"Isi kontainernya 40 ton. Sembilan jam sebelum pesawat itu take off dari Dubai, sudah komunikasi terlebih dahulu dengan kita. Alhamdulillah perusahaan di sini bisa memenuhi," ungkapnya.

Data dari Kementerian Pertanian menyatakan perkiraan produksi bawang merah sekitar 253 ribu ton, dengan proyeksi kebutuhan 249 ribu ton.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan merilis pantauan harga bawang merah di Jakarta tercatat Rp 43 ribu per kilogram (kg). Harga komoditas pangan itu sempat tembus Rp 48 ribu per kg.(OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT