14 May 2020, 17:18 WIB

Densus 88 Geledah Dua Tempat di Tasikmalaya


Ardi Kristiadi | Politik dan Hukum

DETASEMEN Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri lakukan penggeledahan dua rumah yang ditempati  seorang guru ngaji yang juga staf pengajar di salah satu SMK Swasta di Kota Tasikmalaya berinisial, MR, 45, warga Padasuka, Kelurahan Sukamaju Kaler, Kecamatan Indihiang.

Penggeledahan yang dilakukan tim Densus 88 Mabes Polri berada di dua titik lokasi terutama rumahnya di Kampung Padasuka, Kelurahan Sukamaju Kaler dan Kampung Cikatubang Balong, Kelurahan Sukamaju Kidul, Indihiang.

Petugas melakukan penggeledahan dan beberapa barang yang diamankan antara lain senjata rakitan berbentuk mirip senjata angin telah dimodifikasi berpeluru busur panah, senjata sumpit, buku catatan, alat penggerak, Hp dan tas kecil warna hitam.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto mengatakan, membenarkan adanya penggeledahan yang dilakukan oleh tim Mabes Polri berada di dua lokasi berbeda. Sedangkan anggota Polres Tasikmalaya Kota selama itu hanya melakukan pendampingan dan pengamanan dilokasi dengan melibatkan para anggota Sabhara bersama Polsek.

Baca juga :Keluhan Bansos di Kebumen Adukan via Whatsapp Aja

"Anggota tim Mabes Polri dibantu dari Polres Tasikmalaya Kota yang ada dilokasi tersebut, sudah mengindentifikasi barang bukti hingga semuanya itu sudah diamankan di rumahnya tapi saya tidak tahu persis kapan mereka telah ditangkap dan jika memang terlibat jaringan teroris dan kami pastikan penggeledahan itu sudah sesuai prosedur," katanya, Kamis (14/5).

Sementara itu, Ketua RT 01 RW 10 Kampung Padasuka, Cucu Hermawan mengatakan, dirinya membenarkan seorang warganya sejak beberapa hari lalu telah ditangkap Densus 88 Mabes Polri berada di rumahnya. Namun, saat ini keluarganya memang sudah mengetahui tetapi mereka juga masih belum adanya kabar terhadap suaminya.

"MR selama ini sudah tinggal di kampungnya selama 10 tahun bersama istri dan para anak-anaknya meskipun dia berasal dari Kecamatan Cigalontang. Saya mengetahui kalau selama ini sosok MR dikenal sebagai guru pendidikan keagamaan dan alumni Pondok Pesantren Ngruki, Solo, Jawa Tengah," ujarnya.

Cucu mengungkapkan, selama ini aktivitas yang dilakukan keseharian sebagai pedagang kopi dan penjual air mineral termasuknya bisa mengajarkan ngaji di dalam masjid dan rumah warga terutama anak-anak. " Kesehariannya mengajar ngaji dan dia juga sebagai staf guru di SMK Swasta di Kota Tasikmalaya termasuk dikenal santun dan aktif di bidang keagamaan terutama pada kegiatan masyarakat Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di kampungnya," paparnya. (OL-2)

 

 

BERITA TERKAIT