14 May 2020, 17:00 WIB

Relokasi Anggaran Kemendikbud untuk Covid-19


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemndikbud) saat ini melakukan relokasi anggaran untuk mendukung kegiatan penanganan covid-19.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim langkah tersebut antara lain, menyediakan 13 rumah sakit pendidikan untuk menjadi covid-19 crisis center dan 13 fakultas kesehatan untuk menjadi pusat tes covid-19.

Selain itu, Kemendikbud juga menggelar pelatihan bersama WHO bagi 15 ribu mahasiswa relawan covid-19 yang saat ini telah bekerja di lapangan untuk menjalankan program preventif dan promotif melalui komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat terkait covid-19.

‘’Serta membantu pemerintah daerah melakukan pelacakan (tracing and tracking) dan membantu pelayanan call center di pusat maupun daerah serta pusat-pusat layanan covid-19,’’ kata Nadiem, dalam konferensi pers Learning from Covid-19, Kamis (14/5).

Untuk memastikan bahwa kegiatan pembelajaran tetap berlangsung selama pandemi ini, Kemendikbud juga bekerja sama dengan operator telekomunikasi dan platform pendidikan untuk menyediakan pembelajaran daring yang bervariasi namun terjangkau. Bagi daerah yang kesulitan mengakses layanan internet, Kemendikbud bekerja sama dengan pihak TVRI untuk menyediakan tayangan pendidikan di jam-jam tertentu.

“Tapi ada juga guru yang masih mengajar dari satu pintu ke pintu karena kondisi tidak memungkinkan (untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh),” imbuhnya.

Dia mengungkapkan pula, Kemendikbud memberikan fleksibilitas dan otonomi kepada para kepala sekolah dalam menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler. Nadiem menuturkan, dana BOS yang semula diberikan batasan-batasan tertentu dalam penggunaannya, kini dibuka selebar mungkin agar pihak sekolah dapat memanfaatkannya sesuai kebutuhan.

Baca juga :Pengaduan Masalah Bansos Terbanyak dari Jakarta

“Kami sudah memberikan fleksibilitas dari sekolah untuk menggunakan dananya dalam menghadapi pandemi covid-19. Dana dari pusat bisa digunakan untuk membeli kebutuhan kesehatan seperti masker, hand sanitizer, dan lainnya. Kemudian bisa dimanfaatkan untuk membeli pulsa bagi siswa maupun guru agar dapat mengadakan pembelajaran daring di rumah,” tuturnya.

Sedangkan di bidang Kebudayaan, Kemendikbud telah menyediakan platform daring khusus bagi para seniman dan budayawan agar mereka tetap dapat berkarya serta melakukan pentas selama pandemi covid-19.

“Kami menyediakan platform untuk artis dan seniman untuk melakukan pentas dan menghibur masyarakat melalui daring,” tambahnya.

Menurut Nadiem, meski banyak tantangan yang dihadapi, namun banyak pula hal positif yang bisa dipetik dari pandemi covid-19. Salah satunya dengan pemanfaatan teknologi di bidang pendidikan, maka ke depan pembelajaran tatap muka dapat dikolaborasikan dengan pemanfaatan teknologi agar hasilnya semakin maksimal.

“Akibat pandemi ini, kita untuk pertama kalinya memanfaatkan teknologi untuk sistem pendidikan. Jadi ke depan ini bisa diaplikasikan bahkan setelah covid-19 berakhir untuk mendukung pembelajaran bagi guru, siswa, maupun orang tua,” pungkasnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT