14 May 2020, 16:55 WIB

Pengawasan Pedagang Daging Sapi di Karawang Diperketat


Cikwan Suwandi | Nusantara

HEBOH penjualan daging babi yang dibuat mirip daging sapi menyebabkan sejumlah daerah waspada. Karena hal tersebut, Dinas Pangan Kabupaten Karawang melakukan pengecekan kepada sejumlah pedagang daging sapi di pasar tradisional.

"Kita melakukan pengecekan kepada sejumlah pedagang daging sapi di pasar-pasar tradisional. Kali ini kita melakukan pengecekan kepada belasan lapak di Pasar Cikampek," ungkap Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Dinas Pangan Karawang, Iip Gipari, Kamis (14/5).

Dari hasil pengecekan, lanjut Iip, tidak ditemukan indikasi adanya penjualan daging babi yang dibuat mirip daging sapi di pasar tradisional Karawang.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Daging Sapi Dicampur Daging Babi

"Terlebih karena akan lebaran ini, konsumsi daging sapi akan meningkat," ungkapnya.

Iip menyebutkan perbedaan daging sapi dan daging babi sangatlah mencolok. Meskipun adanya upaya menggunakan boraks dan pewarna buatan untuk mengaburkan warna daging babi.

Menuru Iip, masyarakat bisa membedakan dengan kasat mata. Kata Iip, daging babi ini lebih pucat, tapi kalau daging sapi lebih merah. Kemudian pada seratnya pun daging sapi memiliki serat yang terlihat padat dengan garis serat yang terlihat jelas. Serat pada daging sapi juga terlihat lebih kasar dan saling rapat.

"Lalu daging sapi lebih kaku serta kenyal dan daging babi lebih lembek dan meregak serta lunak. Baunya juga sangat berbeda, kalau daging babi memiliki bau amis berbeda dan daging sapi lebih bau tengik," ungkapya.

Karena kasus tersebut, Dinas Pangan mengaku terus melakukan pengawasan yang lebih ketat karena kekhawatiran adanya upaya penipuan daging sapi. (OL-13)

Baca Juga: Update Covid-19, Pasien Sembuh Bertambah Jadi 3.518 Orang

BERITA TERKAIT