14 May 2020, 15:51 WIB

Bangladesh Bangun Rumah Sakit Darurat dalam Tiga Minggu


Nur Aivanni | Internasional

BANGLADESH menyiapkan rumah sakit darurat yang berskala besar dalam waktu tiga minggu. Rumah sakit diperuntukkan bagi pasien covid-19 di tengah meluasnya kasus di negara itu.

Otoritas melaporkan hampir 18.000 orang terinfeksi covid-19. Kasus kematian akibat covid-19 mencapai 269 orang. Padahal, negara itu memberlakukan penguncian wilayah (lockdown).

Hanya sedikit rumah sakit pemerintah yang saat ini merawat pasien virus korona. Para pejabat berharap fasilitas baru di Dhaka akan mengurangi tekanan pada infrastruktur kesehatan negara.

Baca juga: Bangladesh Panen Malware Terkait Virus Korona

"Jika kita mengelola tenaga kerja yang diperlukan, kita bisa memberikan layanan yang jauh lebih baik di pusat isolasi," ujar Direktur Rumah Sakit, Ehsanul Haq, kepada AFP.

Rumah sakit darurat, Bashundhara Convention Centre Grid Hospital (BCCGH), membutuhkan lebih dari 4.000 tenaga kesehatan sebelum beroperasi. Rumah sakit itu memiliki kapasitas 2.084 tempat tidur.

Dengan meningkatnya kekhawatiran di Bangladesh terhadap kasus covid-19, kemampuan rumah sakit untuk menambah kapasitas menjadi 5.000 tempat tidur, mungkin bermanfaat bagi pihak berwenang.

Baca juga: RS Darurat di Tiongkok Ditutup Setelah Kasus Korona Turun

Insinyur eksekutif proyek rumah sakit, Masudul Alam, mengatakan upaya itu terinspirasi dari pembangunan rumah sakit darurat dengan kecepatan sangat tinggi di Wuhan, Tiongkok. Lokasi kemunculan virus mematikan pertama kali, yang akhir akhirnya menyebar ke seluruh dunia.

Alam mengatakan terdapat 250 orang yang bekerja sepanjang waktu untuk membangun fasilitas senilai 290 juta taka (US$ 3,4 juta) dalam tiga minggu.(CNA/OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT