14 May 2020, 19:35 WIB

Berbagi Mimpi Bisa Tingkatkan Empati


Fathurrozak | Weekend

PENELITIAN terbaru Sleep Laboratory di Swansea University menunjukkan bahwa menceritakan mimpi dan mendengarkan cerita mimpi orang lain dapat membantu meningkatkan tingkat empati Anda. Dalam penelitian juga ditemukan bahwa ketika orang yang mendiskusikan mimpi mereka secara signifikan mampu meningkatkan empati pendengarnya.

Seperti dikutip dari artikel yang ditulis oleh profesor psikologi Swansea University Mark Blagrove di The Conversation, peneliti melibatkan orang-orang dengan cara berpasangan. Seperti orang yang sudah memiliki hubungan atau teman. Kemudian diuji tingkat empati mereka satu sama lain. Peneliti menggunakan kuesioner empati dengan pernyataan bagi peserta untuk setuju atau tidak setuju dengan beberapa daftar contohnya adalah mengenai kemampuan melihat sudut pandang teman dan kemampuan mengerti apa yang dilalui teman. 

Satu anggota dari masing-masing pasangan kemudian berbagi dan mendiskusikan satu atau lebih dari satu mimpi mereka dengan anggota pasangan yang lain, elama periode dua minggu. Kedua orang kemudian mengisi kuesioner empati lagi setelah setiap diskusi mimpi. Ditemukan bahwa orang yang mendiskusikan mimpi mereka secara signifikan meningkatkan empati terhadap orang yang berbagi mimpi mereka.

Penelitian juga menunjukkan terlibat dengan fiksi sastra, yang mencakup film dan drama juga dapat meningkatkan empati seseorang. Ini karena Anda bisa memahami dunia yang digambarkan dan mengambil perspektif karakter. 

Para peneliti percaya bahwa mimpi bertindak dengan cara yang sama, sebagai bagian dari fiksi. Jadi ketika mimpi itu dieksplorasi oleh si pemimpi, dan oleh orang-orang yang berbagi dengannya maka itu akan menimbulkan empati tentang keadaan kehidupan si pemimpi. Aspek bercerita dari berbagi mimpi membantu dalam hal ikatan sosial. (M-1)

BERITA TERKAIT