14 May 2020, 15:35 WIB

Polri: Faktor Ekonomi Picu Ulah Napi Asimilasi


Tri Subarkah | Megapolitan

BADAN Reserse Kriminal Mabes Polri mencatat 109 narapidana asimilasi kembali melakukan tindak kejahatan selama pandemi covid-19.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, mengatakan faktor ekonomi menjadi motif paling dominan di balik tindakan napi.

"Motif napi asimilasi yang kembali melakukan kejahatannya umumnya didominasi faktor ekonomi. Terutama terhadap kejahatan properti, seperti curat, curas atau curanmor," jelas Ahmad, Kamis (14/5).

Baca juga: Polri Minta Pemda Beri Napi Asimilasi Pelatihan Kerja

Kepolisian juga mengidentifikasi motif lain, yakni sakit hati dan dendam. Hal tersebut dilakukan pelaku pengeroyokan dan penganiayaan, bahkan sampai tindakan pembunuhan. Menurutnya, 19 kepolisian daerah telah melakukan penanganan terhadap napi asimilasi.

"Di Polda Jawa Tengah ada 15 kasus, Polda Sumatera Utara 14 kasus, Polda Jawa Barat 11 kasus, Polda Kalimantan Barat 10 kasus dan Polda Riau 9 kasus," papar Ahmad.

Dia menjelaskan jenis kejahatan pencurian dengan pemberatan (curat) paling banyak dilakukan napi asimilasi, yakni 40 kasus. Sedangkan pencurian kendaraan bermotor dan pencurian dengan kekerasan masing-masing 16 kasus dan 15 kasus.

Baca juga: Jika Berulah, Hak Napi Asimilasi Covid-19 Hangus

Selain itu, Polri juga mencatat jenis kejahatan lain yang dilakukan napi asimilasi. Seperti, penyalahgunaan narkoba sebanyak 12 kasus, penganiayaan dan pengeroyokan sebesar 11 kasus, pemerkosaan dan pencabulan sebanyak 2 kasus, penipuan dan penggelapan sebesar 2 kasus, pembunuhan sebanyak 2 kasus), perjudian 1 kasus dan satu kasus kejahatan lainnya.

Jumlah napi asimilasi yang kembali melakukan kejahatan dikatakannya tidak signifikan. Itu dibandingkan total keseluruhan napi asimilasi, yakni 38.883 orang. Sehingga, yang melakukan kejahatan hanya 0,28% . Apabila dibandingkan dengan jumlah kejahatan yang terjadi sepanjang April, yakni 15.322 kasus, napi asimilasi berkontribusi sebesar 0,7%.

"Kejahatan yang dilakukan napi asimilasi tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada jumlah kejahatan secara keseluruhan," pungkasnya.(OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT