14 May 2020, 15:10 WIB

Angkutan Penyeberangan, 70% Logistik dan 30% Penumpang


Hilda Julaika | Ekonomi

SEJAK  7 Mei 2020 pemerintah kembali membuka seluruh moda transportasi. Salah satunya dari sektor transportasi laut. Namun, untuk angkutan penumpang hanya diperbolehkan bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan khusus seperti berkaitan penanggulangan covid-19 atau urusan pekerjaan.

Menurut Direktur Utama (Dirut) ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi hingga sejauh ini sudah terdapat reservasi tiket kapal baik untuk logistik maupun penumpang. Ia mengambil contoh di pelabuhan Merak terdapat sekitar 70% reservasi untuk logistik secara online dan 30% reservasi penumpang dengan kebutuhan khusus melalui tiket di bufferzone yang dipasang di luar pelabuhan.

Sebagai informasi, pembelian tiket secara online melalui aplikasi Ferizy hanya meloloskan kendaraan logistik. Sementara itu, untuk kendaraan pribadi atau yang mengangkut penumpang bisa melalui reservasi di go show/bufferzone setelah melalui verifikasi dari Gugus Tugas.

“Transaksi online itu cashless dan go show untuk keperluan khusus. Misalnya di Pelabuhan Merak 70% logistik, go show 30% tapi ini sudah lewat  clearance dari  Gugus Tugas,” ujar Ira melalui virtual conference, Kamis (14/5).

Dengan begitu, moda transportasi kapal laut ini akan tetap melayani angkutan barang dan penumpang dengan kebutuhan khusus. Namun, pihaknya memastikan akan menerapkan pengawasan yang sangat ketat.

Menurutnya, logistik dan penumpang yang sudah masuk ke pelabuhan dipastikan sudah melalui tahap clearance dari Tim Gugus Tugas. Sehingga ketika sudah memasuki area pelabuhan dan kapal penerapan social distancing sesuai panduan diberlakukan oleh PT ASDP.

“Kami cek pointnya di luar pelabuhan, orang yang lolos di pelabuhan diasumsikan sudah oke. Kami juga ke Pemerintah Daerah koordinasi soal aliran orang bila sempet agak membludak, sempet ke Pemda gimana aliran orang juga diatur. Kuncinya adalah koordinasi,” jelasnya.

Sebagai informasi, ASDP memantau per harinya terdapat sekitar 4 ribu kendaraan logistic yang masuk ke pelabuhan. Sementara itu, untuk kendaraan pribadi mencapai sekitar 100 kendaraan. Adapun kendaraan pribadi ini yang lolos adalah untuk kebutuhan khusus seperti dinas negara atau ketika ada penumpang yang harus ke daerah tujuan karena ada keluarga yang sakit. (Hld) 

BERITA TERKAIT