14 May 2020, 14:35 WIB

Pembagian BLT di Subang Abaikan Protokol Covid-19


Reza Sunarya | Nusantara

PENYALURAN BLT (Bantuan Langsung Tunai) dari pusat atau Kementerian Sosial (Kemensos) di Kabupaten Subang Jawa Barat mulai  dibagikan kepada warga yang terdampak Covid 19. Namun sayangnya, penyaluran jaring pengaman sosial melalui Kantor Pos itu mencederai pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Kantor Pos selaku pihak yang dipercaya menyalurkan JPS pada warga terdampak covid-19, sama sekali tidak mengindahkan peraturan yang ada di PSBB, salah satunya penerapan jaga jarak (social distancing).

Dari Pantauan Media Indonesia di Kantor Pos Cipeundeuy Kabupaten Subang, warga penerima manfaat membludak tak karuan. Pun demikian dengan pihak Kantor Pos dan aparat keamanan mereka seperti tak berdaya dengan keadaan tersebut.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19, Kabupaten Subang, H Hidayat yang dimintai komentar menyayangkan hal tersebut. Menurut dia, Kantor Pos dapat menghargai pemerintah khususnya Kabupaten Subang yang saat ini tengah melaksanakan PSBB, sebagai bagian dari upaya memutus rantai penularan Covid-19.

"Terus terang saja saya sangat menyayangkan, kok pembagiannya kaya begitu," kata H Hidayat, Kamis (14/5).

Hidayat menegaskan, pihak Kantor Pos harusnya kreatif. Misalnya, kalau dibagikan langsung ke rumahnya dianggap tidak mungkin maka pembagian bisa dibagi menjadi dua atau tiga tempat.

Sementara Camat Kecamatan Cipendeuy Hery Hermansyah mengaku akan segera menindak lanjuti dengan mencoba memindahkan lokasi pencairan dari Kantor Pos ke tempat lain yang luas.

"Pada pembagian hari berikutnya akan kita pindahkan apalagi kita ketahui kantor pos begitu kecil dan kurang diantisipasi," Kata Hery Hermansyah.

Dikatakan Hery,pencairan dana BLT sebesar Rp600.000, untuk Kecamatan Cipendeuy pencairan BLT dibagikan kepada 2300 orang penerima sebagai dampak korona.(OL-13)

Baca Juga: Antrean Mengular di Soetta, AP II: Ada 13 Penerbangan Bersamaan

BERITA TERKAIT