14 May 2020, 14:45 WIB

Dirut BRI: Restrukturisasi Pengaruhi Likuiditas dan Pendapatan


Despian Nurhidayat | Ekonomi

Direktur Utama  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Sunarso mengatakan bahwa restrukturisasi kredit akan memberikan dampak bagi likuiditas maupun pendapatan bagi perbankan.

Menurutnya, relaksasi akan memberikan penundaan pembayaran pokok kredit dan berakibat pada berkurangnya likuiditas. Selanjutnya, untuk pembayaran bunga dengan adanya relaksasi maka akan ada penundaan dan berpengaruh pada pendapatan.

"Pembayaran pokok kredit jadi tertunda maka akibatnya likuditas terpengaruh. Lalu yang seharusnya bayar bunga, ditunda dan ini terpengaruh kepada income. Dua itu dampak restrukturisasi pada perbankan," ungkapnya dalam video conference, Kamis (14/5).

Lebih lanjut, Sunarso menambahkan berkurangnya likuiditas terhadap berkurangnya angsuran saat ini sedang dicari solusinya.

Solusi tersebut terdiri dari dua skema yakni kekurangan likuiditas akan diatasi sendiri oleh bank dengan mencari pinjaman, atau penempatan dana pemerintah untuk mengganti likuiditas.

"Kebijakannya sedang diatur, makanya nanti akan ada bank peserta, bank pelaksana, yang diskusinya masih terus berjalan. Harapannya semoga pemerintah menempatkan dana di perbankan yang melakukan restrukturisasi," sambungnya.

Meskipun demikian, Sunarso juga menegaskan bahwa BRI telah berhasil memperoleh komitmen pinjaman luar negeri sebesar US$ 1 miliar pada tahun 2020 untuk mengatasi permasalahan likuiditas.

Pinjaman tersebut diperoleh dalam skema club loan yang berasal dari 10 bank regional Asia, Eropa, dan Amerika. Tujuan dari fasilitas pinjaman tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur liabilities dan meningkatkan net stable funding ratio, menjaga likuiditas valas dan menyiapkan sumber pendanaan untuk ekspansi kredit.

"Kita dipercaya oleh internasional untuk club loan sebesar US$ 1 miliar dengan rate yang menurut saya sangat favorable. Ini memperlihatkan kepercayaan investor asing terhadap BRI dan Indonesia masih cukup tinggi di tengah ketidakpastian global. Terlebih lagi menjadi bukti bahwa Indonesia menjadi salah satu tujuan investasi menarik di dunia," ujar Sunarso.

Sunarso menegaskan bahwa permasalahan likuiditas ini memang sangat terpengaruh untuk sektor perbankan. Namun, dia mengatakan bahwa BRI sudah mengantisipasi hal tersebut dengan berbagai macam hal. (E-1)

BERITA TERKAIT