14 May 2020, 14:09 WIB

Sudah Diundangkan, Pemohon Tanyakan Legalitas Uji Materi Perppu


Rifaldi Putra Irianto | Politik dan Hukum

PEMOHON uji materi Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2020 terkait kebijakan keuangan selama wabah COVID-19 Din Syamsudinmempertanyakan nasib perkaranya ke Mahkamah Konstitusi seiring dengan telah disahkannya Perppu Nomor 1 Tahun 2020 menjadi undang-undang oleh DPR pada 12 Mei 2020.

"Kami mohon penegasan karena juga ada persiapan-persiapan yang harus kami lakukan untuk sidang-sidang berikutnya kalau ini dilanjutkan, yaitu saksi ahli," ujar kuasa hukum Din Syamsudin dkk, Zainal Arifin Hoesein, dalam sidang perbaikan permohonan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis.

Ia mempertanyakan masih berlaku atau tidaknya perppu tersebut secara formal setelah disahkan menjadi undang-undang agar tidak sia-sia mempersiapkan saksi ahli untuk sidang selanjutnya.

Kuasa hukum Din Syamsudin dkk yang lain, Ahmad Yani, meminta agar Mahkamah Konstitusi mempercepat pemeriksaan perkara tersebut karena dinilai mendesak.

"Kami berharap betul kepada hakim panel agar perkara ini bisa mendapat skala prioritas untuk dilakukan pemeriksaan karena ini menyangkut masalah hajat dan kehidupan masyarakat dan sistem bernegara dan ketatanegaraan kita," kata Ahmad Yani.

Menanggapi permintaan itu, Hakim Konstitusi Aswanto mengatakan akan segera melaporkan perkara tersebut dalam rapat permusyawatan hakim (RPH) untuk memutus perkara dilanjutkan atau tidak.

"Nanti akan kami laporkan ke RPH karena panel tidak diberi kewenangan untuk memutuskan apakah kita akan lanjut atau tidak lanjut. Lanjut atau tidak lanjut itu adalah kewenangan rapat permusyawaratan hakim," tutur Aswanto.(Ant/OL-4)

BERITA TERKAIT