14 May 2020, 12:45 WIB

Salah Sasaran, Kades Rubit Tolak Bansos Tunai


Gabriele Langga | Nusantara

SALAH sasaran Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) terus berlanjut. Hal ini terjadi di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Di sana, Kepala Desa dan sejumlah aparat desa terdaftar sebagai penerima BST. Kepala Desa Rubit, Polikarpus Heret kepada Media Indonesia, Kamis (14/5) menuturkan, namanya dan tiga perangkat desanya terdaftar sebagai penerima BST bersama 124 warga lainnya.

Ia mengaku, dirinya terdaftar sebagai penerima BST di Bank BRI. Sementara itu, tiga perangkatnya dan warga lainnya diminta untuk mencairkan dana BST di Kantor Pos.

"Saya baru tahu kalau saya sebagai penerima BST, itu ada di Bank BRI. Uang BST itu langsung masuk ke rekening saya. Sementara 3 perangkat desa, saya larang untuk mencairkan dana BST di kantor Pos. Jadi kalau saya mau ambil bisa, hanya itu dosa sehingga saya sampaikan ke dinas sosial untuk diganti," kata Polikarpus.

Selain itu, ungkap Polikarpus, ada 6 warganya yang juga dinilai tidak berhak sebagai penerima dana BST karena mereka warga yang mampu.

"Di sini yang berhak menerima dana BST itu ada 155 KK. Sementara yang tidak berhak itu ada sembilan KK termasuk dirinya dan perangkat desanya," paparnya.

baca juga: Ngeprank Ngaku Terkena Korona, Remaja Bone Dipolisikan

Kades Polikarpus mengaku masalah ini telah disampaikan ke Kepala DinasSosial Kabupaten Sikka, Delly Pasande. Ia meminta agar pihak Dinas Sosial mengubah daftar penerima Bansos dengan mengeluarkan namanya beserta 9 warga lainnya. Ia berharap, pihak Dinsos bisa mengakomodir warga lain yang lebih membutuhkan namun belum terdaftar.

"Jadi prosesnya nanti kami mengusulkan dari desa kepada pihak Kemensos melalui Dinsos Sikka untuk digantikan dengan warga yang lebih berhak pada pencairan tahap berikutnya," paparnya. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT