14 May 2020, 11:32 WIB

Lewat Doa Kebangsaan, Presiden Ajak Tumbuhkan Optimisme


Dhika Kusuma Winata | Humaniora

PRESIDEN Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa berdoa agar negeri ini bisa berhasil melalui masa sulit menghadapi pandemi covid-19. Berbagai ikhtiar yang dilakukan semua pihak untuk mengatasi pandemi perlu dibarengi dengan memanjatkan doa.

"Selain berikhtiar dengan berbagai usaha lahiriiah, kita juga wajib melakukan ikhtiar batiniah dengan tidak henti-hentinya memanjatkan doa memohon pertolongan Allah SWT agar rakyat, agar bangsa dan negara kita juga dunia segera terbebas dari pandemi ini," tutur Presiden dari Istana Merdeka Jakarta dalam acara Doa Kebangsaan dan Kemanusiaan yang digelar secara daring, Kamis (14/5).

Presiden Jokowi menyatakan pandemi covid-19 merupakan ujian bangsa yang harus dihadapi Indonesia dan juga negara-negara lain di dunia.

Baca juga: Doa Bersama Wujud Ikhtiar Hadapi Covid-19

Wabah virus korona yang telah menyebar cepat di lebih dari 213 negara telah banyak memakan korban jiwa. Namun, sebagian pasien juga mampu melewatinya atau berhasil sembuh. Sebab itu, Presiden meminta seluruh elemen bangsa juga agar optimistis.

"Dalam menghadapi kesulitan ini kita tidak boleh pesimistis, tidak boleh putus asa. Kita semuanya wajib berikhtiar dan berusaha sekuat tenaga untuk melindungi diri kita, melindungi keluarga kita, melindungi saudara-saudara kita, melindungi bangsa kita, melindungi negara kita dari penularan virus korona ini sehingga semuanya bisa terjaga keselamatan jiwa dan raganya," ucap Jokowi.

"Untuk bisa selamat kita harus disiplin, harus berdisiplin, disiplin dalam menjaga kesehatan disiplin dalam meningkatkan imunitas disiplin untuk cuci tangan memakai sabun, disiplin untuk menjaga jarak yang aman, disiplin untuk memakai masker disiplin untuk tidak mudik, disiplin bekerja di rumah, disiplin sekolah, di rumah dan disiplin beribadah di rumah," imbuh Jokowi.

Presiden juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menghilangkan rasa cemas dan menjauhkan diri dari ketakutan yang berlebihan dalam menghadapi pandemi ini.

Menurut Presiden, optimisme perlu dihidupkan, empati perlu dibangkitkan, solidaritas sosial perlu ditumbuhkan agar sesama anak bangsa bisa bergotong royong melalui masa sulit ini.

"Marilah kita hadapi cobaan ini dengan tenang dan sabar. Kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat, dan kesabaran adalah titik tolak kesembuhan," ujarnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT