14 May 2020, 13:30 WIB

Pelatih Salszburg tidak Sabar Bermain Lagi


Basuki Eka Purnama | Sepak Bola

SETELAH menjadi pelatih asal Amerika Serikat (AS) pertama yang memimpin tim berlaga di Liga Champions, pelatih Red Bull Salzburg Jesse Marsch mengaku tidak sabar untuk kembali bertanding setelah covid-19 menghentikan seluruh kegiatan sepak bola selama dua bulan.

Salzburg telah kembali berlatih dalam kelompok-kelompok kecil namun berencana menggelar latihan kolektif pada Jumat (15/5) sebelum Liga Austria digelar kembali pada awal Juni.

"Kami kembali menjalani tes covid-19 pada hari ini untuk memastikan tidak ada yang positif. Ini merupakan kali kedua kami menjalani tes," ujar Marsch, Rabu (13/5).

Baca juga: Conte Ramalkan Lampard akan Jadi Pelatih Terbaik Dunia

"Kami juga masih harus menjaga jarak di ruang ganti dan akan mengenakan masker saat berada di dalam gedung. Bahkan, di bangku cadangan, harus ada jarak satu meter antara pemain dan staf pelatih," imbuhnya.

Berbeda dengan Jerman, tim sepak bola di Austria tidak diharuskan menjalani pemusatan latihan secara karantina.

Pasalnya, Austria lebih sukses mengatasi pandemi covid-19 lebih baik dari negara tetangganya itu.

Dengan populasi hampir 9 juta, Austria hanya mencatatkan 624 kematian dari 16 ribu kasus. Karenanya, negara itu telah melonggarkan lockdown pada pertengahan April.

"Jika Anda di sini dan melihat warga menaati aturan, mengenakan masker, dan menjaga jarak, Anda akan optimistis covid-19 telah teratasi," kata Marsch yang sebelumnya adalah asisten pelatih di RB Leipzig sebelum hijrah ke Salzburg, tahun lalu.

Pelatih berusia 46 tahun itu menjalani lockdown di Salzburg bersama istri dan dua orang putranya. Putrinya yang berusia 18 tahun tetap di Leipzig untuk menyelesaikan SMA sebelum bergabung dengan keluarganya sebelum perbatasan Jerman-Austria ditutup.

Laga pertama Salzburg selepas lockdown adalah laga final Piala Austria melawan klub Divisi II Lustenau pada akhir Mei.

Kemudian mereka akan kembali berlaga di liga untuk mengejar kertertinggalan dari LASK Linz dan meraih gelar ketujuh secara beruntun. Salzburg hanya tertinggal tiga poin dari LASK. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT