14 May 2020, 11:10 WIB

962 Tenaga Medis Covid-19 Menginap di 4 Hotel Milik DKI


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

Pemerintah provinsi (pemprov) DKI Jakarta menyediakan hotel milknya untuk dijadikan penginapan sementara bagi tenaga medis yang tengah menangani pasien covid-19. Direktur Utama PT JakTour Novita Dewi mengungkapkan sudah 962 tenaga medis yang menggunakan layanan menginap gratis tersebut.

"Dari empat hotel yang disediakan, total ada 487 kamar yang telah terisi oleh 962 tenaga medis yang menginap," ujar Novita saat dihubungi, Jakarta, Kamis (14/5).

Empat hotel yang difungsikan itu ialah Grand Cempaka Business Hotel, Jakarta Pusat, lalu di D'Arcici Alhijrah Hotel, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, D'Arcici Plumpang Hotel, Jakarta Utara dan D'Arcici Sunter Hotel, Jakarta Utara.

Menurut Novita, bagi tenaga medis yang ingin menginap di hotel milik BUMD DKI itu bisa melalui Dinas Kesehatan Dinkes DKI Jakarta. Maksimal setiap hotel menampung 700 sampai 800 orang.

Selama Ramadhan, PT JakTour juga menyiapkan konsumsi untuk sahur dan berbuka puasa bagi ratusan tenaga medis yang menginap di sana. "Tenaga medis yang menginap di hotel tersebut ada yang datang dari relawan dan petugas ambulans," lanjutnya.

Novita menjabarkan sebanyak 423 tenaga kesehatan menempati Grand Cempaka Business Hotel, Jakarta Pusat. Total kamar yang digunakan ada 216 kamar

Lalu sebanyak 140 tenaga kesehatan menempati kamar hotel di D'Arcici Alhijrah Hotel, Cempaka Putih, Jakarta Pusat dengan total kamar 70.

Baca juga: Semua Orang Harus Patuhi Pembatasan Sosial

Sebanyak 133 tenaga kesehatan lainnya menginap di D’Arcici Plumpang Hotel, Jakarta Utara, dengan total kamar 68.

Lalu, 64 tenaga medis lainnya menginap di Wisma PKK di Plumpang. Mereka menggunakan 32 kamar.

Sebanyak 202 tenaga kesehatan menginap di D’Arcici Sunter, Jakarta Utara. Mereka menempati 101 kamar di sana.

"Mereka yang menginap berasal dari RSUD Tarakan ada 291 orang, dari RSUD Pasar Minggu ada 262 orang, dari RSKD Duren Sawit ada 125 orang, dari RS Koja ada 112 orang, dari RS Cengkareng ada 60 orang, dan dari RS Tanjung Priok ada 11 orang," jelas Novita.

Lalu, juga ada dari laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) 23 orang, ambulans gawat darurat (AGD) 7 orang, relawan 55 orang, dari Dinkes DKI ada 1 orang, dan petugas puskesmas 15 orang. (OL-14)

BERITA TERKAIT