14 May 2020, 10:49 WIB

Pemprov Jabar Apresiasi Tim Medis Covid-19 Karawang


Cikwan Suwandi | Nusantara

PROTOKOL kesehatan tim medis Covid-19 di Karawang, Jawa Barat mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Reaksi cepat dan kerja keras dalam menganalisa pasien menjadi faktor utama keberhasilan dalam upaya memutus mata rantai virus korona.


"Beberapa waktu lalu kita mendapatkan kunjungan dari Dinas Kesehatan Jawa Barat. Mereka mengapresiasi kerja keras kita (Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang), tenaga medis dalam melakukan penanganan Covid-19. Bahkan menjadi pertimbangan juga untuk diterapkan di Jawa Barat," ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang, Fitra Hergyana kepada Media Indonesia, Rabu (13/5). 

Lanjut Fitra, konsep protokol kesehatan di Karawang tidak lepas dari andil Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana yang juga merupakan seorang dokter dan pernah menjalani isolasi di rumah sakit karena terkonfirmasi positif covid-19.

Fitra menyebutkan yang membedakan dalam tahapan penanganan covid-19 di Karawang, setiap warga yang telah diperiksa tes rapid, dan memiliki hasil reaktif. Mereka tidak diperkenankan  untuk isolasi mandiri di rumah, melainkan segera dirujuk ke rumah sakit.

"Langsung dibawa ke RSUD atau Rumah Sakit Paru," ucapnya.

Tim dokter dan tenaga medis, dikatakan Fitra, langsung melakukan penanganan secara profesional. Dari anamnesis para dokter spesialis, kemudian pemeriksaan dari unjung rambut hingga ujung kaki. Setelah itu dilakukan pemeriksaan laboratorium, Foto Rontgen Thorax, bahkan ada yang CT-Scan, sampai dengan pemeriksaan Swab.


"Mulai dari dokter penyakit spesialis dalam, spesialis paru, spesialis THT, spesialis Patologi ada dalam tim kami.Jadi pemeriksaannya komprehensif secara medis, sampai dengan dinyatakan sembuh," ucapnya.


"Sebab sebelumnya untuk mengetahui hasil lab bisa sampai 12 hari, Dengan Alat PCR ini sangat membantu penegakkan diagnosis dan pengambilan keputusan tatalaksana " tambahnya.

Di luar rumah sakit, tim tracking secepatnya melakukan penelusuran kepada keluarga dan orang terdekat warga yang telah dinyatakan reaktif melalui rapid tes. Dan meminta mereka yang terdekat dan sebelumnya pernah melakukan kontak untuk melalukan isolasi mandiri.

"Tim tracking langsung dipimpin oleh Kasat Intel Polres Karawang. Lalu ada juga yang dibantu oleh Polsek dan Koramil, karena perlu juga diwaspadai, sebab di Karawang ada yang rapid reaktif, dapat menularkan sampai 5 rantai. Bisa juga karena carier dan bisa menularkan," ucapnya.

baca juga: PSBB Tiga Daerah Sekitar Ibukota Kalsel Dimulai 16 Mei

Ia menegaskan sejauh ini pasien yang benar-benar dinyatakan positif tes swab di Karawang hanya 19 orang dan 15 orang telah dinyatakan sembuh. Sebanyak empat orang masih dalam perawatan atau presentase kesembuhan mencapai 80 persen. Sementara pasien reaktif rapid tes sebanyak 193 orang dan telah dilakukan pemeriksaan swab mencapai 108 orang. Sisanya masih dalam pemeriksaan dan perawatan.

"Dengan angka ODP dan OTG yang tinggi di Karawang. Menandakan tim tracking kita berjalan dengan baik. Kita terus melakukan upaya dalam memutus mata rantai virus korona," pungkasnya.(OL-3)


 

BERITA TERKAIT