14 May 2020, 10:37 WIB

Tempat Karantina Ini bak Hotel Berbintang, Tapi Gratis Lho!


Lilik Darmawan | Nusantara

GEDUNGNYA masih baru, bahkan belum diresmikan. Sudah terlihat tatanan ruangan dan tempat tidur. Ruangannya sejuk karena dilengkapi dengan AC. Lantainya bersih, di setiap sudut ruangan juga terlihat hand sanitizer. Inilah calon rumah sakit (RS) milik Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas, Jawa Tengah (Jateng). Ruangan-ruangan yang sejatinya nanti akan digunakan untuk pasien, kini diubah peruntukkannya sementara waktu untuk karantia pemudik untuk mengantisipasi penyebaran covid-19.

Jika dibandingkan dengan tempat karantina lain di Banyumas, lokasi karantina di calon RS UMP ini jauh lebih nyaman. Misalnya di GOR Satria Purwokerto yang hanya menggunakan velbed. Di GOR Satria memang dapat menampung sebanyak 320 pemudik. Kemudian di masing-masing desa di seluruh Banyumas, kapasitasnya sebanyak 2.068 orang. Sedangkan untuk di calon RS UMP mampu menampung 100 pemudik. Tempatnya nyaman karena ber AC dan bersih. Selain itu, ada petugas yang siap mendampingi para pemudik.

"Kami tidak hanya menyerahkan gedung berlantai tiga ini ke Pemkab Banyumas agar dapat digunakan sebagai karantina pemudik. Namun, UMP juga menyediakan petugas kesehatan yang siap melayani para pemudik. Sehingga kalau nanti ada pemudik yang dikarantina di sini tidak perlu khawatir. Ruangan baik dan ada yang melayani. Namun, nantinya untuk logistik makan akan disediakan Pemkab Banyumas,"kata Rektor UMP Anjar Nugroho, Kamis (14/5).

Dijelaskan oleh Anjar, pihaknya terus berkomitmen untuk memberikan bantuan sepenuhnya kepada pemerintah. 

"UMP untuk Indonesia, itulah komitmen kami dalam membantu penanggulangan covid-19. Sebelumnya, kami juga telah menyerahkan Rp3 miliar untuk masyarakat yang terdampak  covid-19," kata Rektor.

Sebelumnya, pada saat penyerahkan calon RS UMP untuk karantina itu pada Selasa (12/5), Wakil Bupati (Wabup) Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengucapkan terima kasihnya kepada UMP karena terus berkomitmen dalam membantu pemerintah. 

"Ruangan yang disediakan di sini jelas nyaman, apalagi tempat tidurnya sudah tertata dengan baik dan ruangannya ber AC. Untuk kamar mandi dan toilet juga banyak dan terjaga kebersihannya. Gedung ini akan menjadi salah satu alternatif bagi karantika pemudik yang tetap nekat mudik ke Banyumas," kata Wabup.

Dijelaskan oleh Sadewo, sampai sekarang masih cukup banyak pemudik yang masuk ke Banyumas. Meski ada pelarangan, tetapi mereka tetap nekat balik kampung. Pemkab memang tidak dapat berbuat banyak ketika telah sampai ke Banyumas. Pasalnya, tidak mungkin meminta mereka balik ke tempat perantauan. 

baca juga: Meski Ada Kelonggaran Operasional, Bus Tetap Sepi Penumpang

"Meski demikian, Pemkab Banyumas tegas, bahwa pemudik harus langsung karantina. Konsekuensinya, kami harus menyiapkan tempat karantina. Dengan penyerahan calon RS UMP ini, maka akan sangat membantu pemkab," ujarnya.

Wabup mengatakan dengan adanya tambahan 100 tempat tidur yang berada di lantai 2 dan 3 calon RS UMP ini, maka jelas akan menambah kapasitas karantina. Tempatnya juga gratis, meski fasilitasnya sangat baik. Sehingga kalau tempat karantina massal di GOR Satria penuh, maka gedung tersebut dapat dipakai. Gedungnya malah seperti hotel, nyaman dan ber-AC. (OL-3)

BERITA TERKAIT