14 May 2020, 07:30 WIB

Hadapi Krisis, Ketersediaan Pupuk Diamankan


MI | Nusantara

SUWAJI sudah berkeliling ke sejumlah lokasi persawahan di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kepala Seksi Pupuk Dinas Tanaman Pangan itu menyimpulkan stok pupuk di lapangan untuk masa tanam awal kemarau ini dalam kondisi aman.

"Distribusi pupuk bersubsidi sudah sesuai dengan kebutuhan petani. Meski kuota dan alokasinya dikurangi, ketersediaannya masih mencukupi," tambahnya. Suwaji mengaku tenang menghadapi ancaman krisis pangan yang diramalkan akan terjadi aki bat wabah covid-19. Pada 2020 ini, Kabupaten Malang memiliki area tanam padi mencapai 39.838 hektare. Sejak Maret lalu, panen sudah dilakukan di area padi, jagung, dan kedelai. Bulan ini petani mulai menanam lagi sehingga stok pangan akan bertambah.

Di Sumatra Selatan, ketersediaan pupuk untuk menambah stok pangan juga dipastikan dalam kondisi aman. "Stok pupuk bersubsidi yang sudah ada di gudang PT Pupuk Sriwidjaja Palembang berlimpah, mencapai 300% dari ketentuan pemerintah," kata Humas PT Pusri Palembang, Soerjo Hartono.

Ia menjamin pasokan pupuk aman untuk musim tanam Mei dan Juni. "Kami juga terus mengamankan jalur distribusi pupuk bersubsidi sehingga tidak terjadi kelangkaan pupuk di lapangan." Dengan stok pupuk urea yang mencapai 227.776 ton dan NPK 10.849 ton, kebutuhan pupuk untuk 3 bulan ke depan bisa dipenuhi.

Sementara itu, untuk melakukan percepatan tanam, petani di Cilacap, Jawa Tengah, melaksanakan sistem sebar petuk. Mereka sudah menyiapkan tempat penyemaian sebelum panen lalu. "Petani juga diminta menanam varietas padi berumur pendek," kata koordinator penyuluh pertanian, Wasirun. Di Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, ancaman paceklik disikapi petani di Kecamatan Kualin dengan menanam pangan lokal, salah satunya jagung. "Hasil panen untuk persediaan pangan dan dijual untuk membeli sapi," kata Kepala Balai Penyuluh Pertanian Kualin, Yoakim Pau. (BN/DW/LD/PO/YK/TJ/UL/MR/SL/YP/YH/N-2)

BERITA TERKAIT