14 May 2020, 06:49 WIB

AS Tuding Tiongkok Berusaha Curi Vaksin Covid-19


Basuki Eka Purnama, Nur Aivanni | Internasional

PERETAS asal Tiongkok berusaha mencuri penelitian vaksin covid-19. Hal itu dikatakan pemerintah Amerika Serikat (AS), Rabu (13/5), meningkatkan ketegangan antara kedua negara.

Saat ini belum ada terapi yang terbukti bisa mengatasi covid-19. Vaksin yang efektif akan membuat negara bisa kembali ke kehidupan normal dan pencipta vaksin itu akan mendapatkan jutaan dolar.

Hal itu membuat hacker yang dikaitkan dengan Beijing dituding berusaha mencuri penelitian dan hak kekayaan intelektual terkait vaksi covid-19.

Baca juga: WHO Peringatkan Covid-19 Kemungkinan tidak akan Hilang

"Upaya Tiongkok menargetkan sektor-sektor ini merupakan ancaman besar terhadap upaya kita mengatasi covid-19," ungkap FBI dan Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur AS (CISA).

Namun, kedua lembaga itu tidak memberikan bukti terhadap tudingan mereka itu.

Washington, belakangan, meningkatkan upaya menyalahkan Beijing atas pandemi yang disebabkan oleh virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok, akhir tahun lalu.

Ketika ditanya mengenai tuduhan terkait peretas asal Tiongkok, Presiden AS Donald Trump menjawab, "Apa yang baru dari Tiongkok? Apa lagi? Saya sangat kecewa dengan Tiongkok."

Adapun Beijing dengan tegas membantah tudingan itu. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT