14 May 2020, 06:15 WIB

Optimalkan PSBB dengan Tes Massal


NURUL HIDAYAH | Nusantara

BEBERAPA daerah yang tengah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) memaksimalkan upaya menekan penyebaran virus korona baru atau covid-19 dengan melakukan tes swab secara massal terhadap masyarakat yang berisiko tinggi tertular virus itu.

Selama PSBB yang berlangsung sejak 6 hingga 19 Mei mendatang, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menargetkan melakukan tes swab terhadap 1.000 orang. Yang akan menjalani tes antara lain mereka yang dalam masa inkubasi setelah melakukan kontak dengan pasien positif covid-19. Selain itu, turut serta orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), tenaga kesehatan yang menangani langsung pasien covid-19, dan pemudik. Pemeriksaan dipusatkan di Sport Center Watubelah sebagai Covid-19 Center Kabupaten Cirebon.

Menurut Juru Bicara Pusat Data dan Informasi Covid-19 Kabupaten Cirebon, Nanang Ruhyana, selepas PSBB, kegiatan serupa akan dilanjutkan hingga target mencapai 5.000 orang. "Pemeriksaan swab diperuntukkan bagi mereka yang berisiko tinggi," katanya, kemarin. Mereka yang positif covid-19 ataupun negatif, tapi menderita penyakit penyerta berupa penyakit berat akan dirawat di rumah sakit. Sementara itu, saat ini rata-rata terdapat 200 pemudik yang datang ke Kabupaten Cirebon dan mereka lebih diwaspadai. Oleh karena itu, mereka juga menjadi sasaran tes swab. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Malang, Jawa Timur, kemarin, juga melakukan rapid test massal menjelang pemberlakuan PSBB di wilayah Malang Raya, yakni Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu, mulai 17 Mei mendatang. Sasaran tes itu ialah para pedagang sayur-mayur di Pasar Karangploso.

Sempat terjadi ketegangan antara petugas dan seorang pedagang yang menolak dites. Namun, setelah aparat Polri dan TNI memberikan penjelasan, akhirnya pedagang yang sempat menolak itu bersedia menjalani rapid test. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menargetkan 50 orang mengikuti tes tersebut dalam upaya melacak klaster pasar dengan prioritas utama orang tanpa gejala (OTG). Melacak OTG penting mengingat angka PDP di daerah itu mencapai 237 orang dan positif covid-19 sebanyak 47 orang.

Setiap orang yang menjalani pemeriksaan kemudian oleh petugas medis disarankan untuk melakukan karantina mandiri. "Bila tidak mau karantina mandiri, kami tempatkan mereka di lokasi karantina di Rusunawa Kepanjen," tegas Kepala Polsek Karangploso Ajun Komisaris Effendy Budi Wibowo.

Terus diperluas

Daerah lainnya yang tengah melaksanakan PSBB juga terus menyiapkan sanksi lebih tegas kepada para pelanggar, seperti yang dilakukan di Sumatra Barat, Sumatra, dan Sidoarjo, Jawa Timur. Ada juga daerah yang memperluas PSBB, yakni Kalimantan Selatan, yang semula PSBB hanya dilakukan di Kota Banjarmasin, ditambah di Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Barito Kuala. Begitu juga di Provinsi Riau. PSBB yang semula hanya dilaksanakan di Kota Pekanbaru, akan dilaksanakan di lima daerah lainnya, yakni Kabupaten Kampar, Pelalawan, Siak, Bengkalis, dan Kota Dumai. (BN/HT/YH/DY/RK/ HS/LD/PO/LN/BB/FB/N-1)

BERITA TERKAIT