14 May 2020, 06:35 WIB

Skenario Berdamai dengan Covid-19 Diperlukan


Ind/Pra/X-10 | Politik dan Hukum

PEMERINTAH sudah harus mulai memikirkan dan menyiapkan skenario agar masyarakat dapat hidup dan beradaptasi di tengah kondisi pandemi covid-19 yang belum dapat diperkirakan kapan berakhir.

“Sampai kapan dan seberapa mampu anggaran negara memberikan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak covid-19. Orang-orang harus bekerja dan perekonomian perlu dipulihkan, sekolah juga perlu dibuka,” ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari ketika dihubungi di Jakarta, kemarin.

Qodari menyebutkan untuk mempersiapkan tatanan hidup baru dengan covid-19 itu diperlukan gugus tugas yang terdiri atas lintas kementerian dan lembaga sebab banyak sektor terdampak selama pandemi.

Setelah itu menunjuk ketua gugus tugas yang berpengalaman untuk membuat cetak biru dan simulasi tatanan hidup dengan pandemi.

“Simulasinya diperlukan supaya masyarakat paham bahwa meskipun berkegiatan normal di luar rumah nantinya, masih ada bahaya virus korona. Risiko penularannya dapat diminimalisasi melalui tata cara pencegahan, seperti penggunaan masker, mengatur jarak antarorang, dan upaya lainnya,” jelas Qodari.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmita mengatakan pemerintah tidak bisa terus-menerus menerapkan pembatasan sosial secara penuh. Pada akhirnya, pelonggaran akan dilakukan agar aktivitas ekonomi bisa kembali berjalan.

“Dengan catatan, tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat guna mencegah penularan covid-19,” ujarnya ketika dihubungi, kemarin.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat untuk hidup berdamai dengan covid-19 hingga antivirus ditemukan.

Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan covid-19 Achmad Yurianto juga meminta masyarakat untuk hidup dengan tatanan baru selama pandemi covid-19 agar dapat bertahan.

Tatanan baru itu ialah terbiasa mencuci tangan, menggunakan masker saat keluar rumah, menghindari kerumunan orang, lebih banyak tinggal di rumah, dan hidup sehat. (Ind/Pra/X-10)

BERITA TERKAIT