14 May 2020, 06:25 WIB

Presiden Minta Harga Dikendalikan


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo memerintahkan jajaran kementerian terkait untuk mengontrol dan mengendalikan harga kebutuhan pokok seperti gula pasir dan bawang merah yang masih tinggi di pasaran.

“Ini sudah yang ketiga kali kita berbicara masalah bahan pokok karena urusan stok dan stabilitas harga sangat penting kita monitor setiap hari,” ujar Presiden saat memimpin rapat terbatas melalui telekonferensi video mengenai antisipasi kebutuhan pokok dari Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.

Untuk bawang merah, Presiden mencatat harga di pasaran men capai Rp52.000 per kilogram. Padahal seharusnya harga bisa ditekan hingga Rp32.000 per kilo - gram.

Adapun harga gula pasir masih Rp17.500 per kilogram atau jauh di atas harga eceran tertinggi sebesar Rp12.500 per kilogram meski

Presiden sudah memerintahkan beberapa kali untuk pengadaan stok dan operasi pasar. Presiden mengatakan masyarakat sedang mengalami penurunan daya beli di saat pandemi seperti sekarang. Karena itu, seluruh harga bahan pokok harus terkendali dan terjangkau demi mengurangi beban warga.

“Saya ingin ini dilihat masalahnya di mana. Apakah masalah distribusi, atau stoknya kurang, atau ada yang sengaja mempermainkan
harga untuk sebuah keuntungan yang besar,” kata Presiden.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, seusai mengikuti rapat terbatas, menyatakan harga gula pasir masih tinggi karena ketersediaannya terbatas di dalam negeri.

Di sisi lain, proses impor dari luar negeri tersendat. Sebagai solusi sementara, pemerintah telah mengalihkan ketersediaan gula rafinasi untuk industri agar diolah menjadi gula pasir sehingga harga bisa ditekan.

Ia juga menyebut stok bawang merah dalam kondisi aman dan tidak perlu impor. Gejolak harga yang terjadi saat ini disebabkan proses distribusi yang terhambat.

“Ada daerah yang berproduksi besar. Kita ketahui harga bawang merah di Jawa rata-rata Rp45.000, tetapi di Jayapura, Banda Aceh sampai Rp60.000. Jadi, ini masalah distribusi yang akan ditangani,” tuturnya.

Airlangga mengatakan pihaknya juga telah menugasi Satgas Pangan untuk menindak oknum yang sengaja mempermainkan harga gula pasir dan bawang merah di tengah pandemi.

Tergantung panen

Harga bawang merah di Kupang, NTT, kemarin mulai berang sur turun dari Rp35.000 per kilogram menjadi Rp30.000 per kilogram seiring dengan panen raya di wilayah tersebut.

Sebaliknya, harga bawang merah lokal semakin tidak terkendali di Provinsi Aceh karena stok terbatas dan musim panen diperkirakan masih satu bulan lagi.

Di Pusat Pasar Sayur Pante Teungoh, Kota Sigli, misalnya, harga bawang merah berkualitas bagus mencapai Rp60.000 per kilogram.

“Sulit memperoleh barang di pasaran, jadi harganya tinggi,” kata seorang pedagang, Fadli.

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kemarin menggelar pasar murah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok, seperti gula pasir, bawang putih, bawang merah, minyak goreng, beras, dan ikan segar. (SL/MR/UL/DW/RF/PO/BN/Ant/X-11)

BERITA TERKAIT