14 May 2020, 06:00 WIB

Bantuan Tunai Dibagi Tuntas sebelum Lebaran


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

DEMI membantu masyarakat yang mengalami kesulitan di tengah pandemi covid-19, pemerintah bakal terus menyalurkan bantuan sosial.

Selain bantuan sosial tunai, bantuan juga disalurkan dalam bentuk sembako, baik melalui program keluarga harapan maupun program bantuan pangan lainnya.

Pemerintah berharap penyaluran bantuan sosial tunai tahap pertama dan kedua bisa tuntas sebelum Hari Raya Idul Fitri, sedangkan bantuan
tahap ketiga bisa dilaksanakan setelah Lebaran.

Menteri Sosial Juliari Batubara mengungkapkan penyaluran bantuan tidak bisa dilakukan secara bersamaan. Pasalnya, setiap daerah memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda.

“Kota Bogor lebih mudah karena fasilitas lebih lengkap. Tidak akan sulit mencapai dua tahap sebelum Lebaran. Namun, daerah dengan medan lebih berat, mungkin akan sulit,” ujar Juliari seusai mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau penyaluran bantuan sosial tunai di Kantor Pos Kota Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Mensos mengakui bahwa apa yang sudah dilakukan pemerintah masih jauh dari sempurna. Namun, ia berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya dalam proses penyaluran sehingga seluruh masyarakat yang membutuhkan bisa memperoleh manfaat maksimal.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo, yang meninjau langsung proses pembagian bantuan sosial tunai di Bogor, kemarin,
menyatakan penyaluran bantuan sudah dilakukan dengan baik dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Presiden berharap semua bantuan itu bisa menjangkau 55% dari total keseluruhan jumlah penduduk di Tanah Air. “Baik itu yang kurang mampu maupun yang mengalami kesulitan karena covid-19. Dengan adanya bantuan ini, kita bisa memperkuat daya beli masyarakat sehingga nanti konsumsi domestik kita menjadi normal kenbali,” tutur Presiden.

Berbagai daerah

Di DKI Jakarta, Gubernur Anies Baswedan menjelaskan penerima bantuan sosial (bansos) untuk warga terdampak covid-19 bertambah hampir satu juta kepala keluarga (KK) dari penerima bansos tahap I yang besarnya 1,194 juta KK. Dengan demikian, jumlah penerima bansos tahap II menjadi sebanyak 2,153 juta KK.

Di Jawa Tengah, Gubernur Ganjar Pranowo, kemarin, saat meluncurkan Bantuan Sosial Masyarakat Terdampak Covid-19 di Kantor Pos
Jalan Imam Barjo, Kota Semarang, mengatakan sebanyak 28.471 paket disalurkan untuk tiga kota, yakni Semarang, Salatiga, dan Solo.

Di Tuban, Jatim, kemarin, distribusi pembayaran bantuan tunai juga dilaksanakan melalui Kantor Pos Tuban dan disaksikan langsung oleh Bupati Tuban, Fathul Huda.

Di Kabupaten Malang, Jatim, para pekerja migran yang gagal berangkat ke negara tujuan, menurut Bupati Malang Mohammad Sanusi, termasuk ke daftar warga diberikan bansos berupa bahan pokok.

Di Bengkulu, sebanyak 25 orang warga dari dua kecamatan Kota Bengkulu, kemarin, mendatangi Kantor Perwakilan Ombudsman Provinsi Bengkulu. Mereka mengadukan penyaluran bansos yang diduga tidak tepat sasaran.

Pengamat komunikasi budaya dari Universitas Indonesia, Devie Rahmawati, menilai pelibatan institusi masyarakat di level terbawah, seperti ketua RT, dapat membuat pemerintah lebih memahami persoalan di lapangan.

Selain memudahkan deteksi, pelibatan RT juga membuat pemerintah bisa mendata jumlah warga yang terdampak covid-19. “Hal ini dapat mengatasi terulangnya kekacauan dalam pemberian bansos akibat data yang tidak dibenahi sejak awal,” kata Devie. (Ssr/HT/MY/YK/AS/PO/BN/Che/X-6)

BERITA TERKAIT