13 May 2020, 15:25 WIB

Jangan Menjadi Emotional Eater saat WFH


Eni Kartinah | Humaniora


PERUBAHAN kegiatan sehari-hari menjadi di rumah saja selama masa pandemi covid-19 ini membuat pola hidup sebagian masyarakat berubah pula. Salah satunya adalah makan makanan ringan (ngemil) secara berlebih.

Dengan alasan untuk menjaga kesehatan demi terhindar dari virus korona, banyak orang makan makanan yang sebenarnya tidak bergizi. Psikolog klinis Tara De Thouars menjelaskan, kebiasaan ngemil berlebih selama #dirumahaja bisa terjadi karena rasa bosan.

Baca juga: Bima Arya Lahap Makanan Sehat

Selain itu, emosi tidak stabil yang disebabkan oleh perubahan kebiasaan maupun ketakutan akan pandemi itu sendiri juga bisa memicu keinginan ngemil. Orang yang cara ngemilnya seperti itu lebih dikenal dengan sebutan emotional eater.

“Saat tekanan emosional hadir, tubuh  seolah memberikan sinyal yang mirip seperti rasa lapar. Sebenarnya sinyal tersebut hanyalah respon terhadap perasaan yang menjadi pelarian dari emosi negatif. Jika dorongan tersebut terus diikuti, tentu tubuh akan kelebihan asupan dan akan semakin berisiko jika dilakukan berulang,” ujar Tara.

Karena itu, Tara menganjurkan agar ngemil dilakukan secara bijak. Yakni, dengan menyadari apa yang kita makan, mengonsumsinya dengan penuh perhatian, dan memperhatikan isyarat tubuh. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan kepuasan dalam mengkonsumsi camilan, menghindari ngemil secara berlebih, dan tidak menimbulkan penyesalan setelahnya.

Pada kesempatan sama, Head of Corporate Communication Mondelez Indonesia, Khrisma Fitriasari, menjelaskan,  berdasarkan studi konsumen bertajuk The State of Snacking yang dilakukan di 12 negara termasuk Indonesia, terungkap bahwa masyarakat memang suka ngemil, bahkan jumlahnya 23% lebih banyak daripada rata-rata global. Selain itu, hasil studi dari Mondelez Internasional tersebut juga mengungkapkan rata-rata orang Indonesia bergantung pada camilan untuk memenuhi kebutuhan mental dan emosional.

Agar ngemil bisa membawa manfaat yang tepat bagi masyarakat, Mondelez Indonesia pun meluncurkan kampanye #NgemilBijak. Khrisma menjelaskan, kampanye itu menggaungkan tiga langkah untuk ngemil secara bijak. Pertama, kenali isyarat tubuh mengapa Anda ingin ngemil, misalnya apakah karena lapar ataukah perlu untuk mengembalikan mood.

Kemudian, Anda bisa memilih apa camilan yang tepat berdasarkan isyarat tubuh tersebut, tentunya dengan memperhatikan porsi camilan dan waktu ketika Anda ngemil. “Terakhir, perhatikan bagaimana Anda ngemil, dengan memaksimalkan semua indera Anda, karena Anda akan dapat mengenali isyarat tubuh, kapan harus berhenti ngemil. Oleh karenanya, sebaiknya ngemil tidak dilakukan sambil berkegiatan lain, misalnya main gadget,” pungkas Khrisma. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT