13 May 2020, 21:25 WIB

Mengenang Joyce Lin, Pilot Pesawat yang Jatuh di Danau Sentani


Fathurrozak | Nusantara

SEKITAR akhir 2018, Paul Manumpil bersama koleganya harus mendatangi dari rumah ke rumah di Kabupaten Yakuhimo, Papua, untuk memberikan pengobatan. Tahun itu merupakan tahun kelima baginya, sekaligus menjadi pertama kali pertemuannya dengan Joyce Lin.

Saat itu, Joyce Lin masih menjadi co-pilot untuk pesawat kecil yang akan mengantar dokter Paul Manumpil bersama para perawat ke pedalaman pegunungan di Kabupaten Yakuhimo, Papua.

Baca juga: Kolaborasi Jokowi-Amin Atasi Covid-19 Harus Ditingkatkan

“Pernah sekali saat itu pada 2018 akhir. Waktu itu belum pilot, masih co-pilot. Masih baru bergabung dengan MAF (Mission Aviation Fellowship). Itu bertugas di semua wilayah di pegunungan tengah. Ada sekitar 20-an kabupaten. Memang umumnya dilayani oleh MAF,” kenang Paul yang saat itu bekerja untuk UNICEF, ketika dihubungi melalui sambungan telepon pada Rabu (13/5).

Paul mengenang Joyce sebagai sosok yang tidak banyak bicara saat itu dan masih baru bertugas di MAF. Namun, ia melihat Joyce sebagai sosok perempuan tangguh. Sebab, selama lima tahun mengabdi di Papua, Paul bahkan belum pernah menjumpai pilot atau co-pilot perempuan yang mengoperasikan pesawat kecil dan menembus medan-medan ekstrem.

Ketika itu, Paul bersama tim paramedis mencarter pesawat yang dibawa seorang pilot senior dan co-pilot Joyce. Mereka mendatangi sekitar dua atau tiga kampung. Paul juga menyebut, kerja-kerja yang ditekuni Joyce juga ialah sebagai bagian dari menebar kasih.

“Saya melihat mereka itu ya compassion, bekerja dengan hati. Saya pernah dengar gaji mereka tidak banyak. Waktu itu sempat mengobrol dengan petugas ground-nya. tentu bila dibandingkan bekerja di Amerika, ya tidak ada apa-apanya.”

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Joyce Lin merupakan merupakan lulusan S1-S2 dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat. Dengan gelar sarjana sains dan magister teknik, ia terpanggil untuk melayani melalui MAF dan ditempatkan di Papua. Ia besar di Colorado dan Maryland. Sertifikat pilot pribadinya diperoleh ketika ia berada di kuliah.

Baca juga: 1 WNI Penumpang Pesawat Jatuh

Setelah lulus, Joyce bekerja selama lebih dari satu dekade sebagai spesialis komputer, berpuncak pada posisinya sebagai direktur teknis di perusahaan komersial. Selama waktu itu, Joyce merasa terpanggil untuk menghadiri seminari Kristen penuh waktu dan mendaftar di Seminari Teologi Gordon-Conwell dan akhirnya lulus dengan gelar Master of Divinity.

Sementara di seminari, Joyce menemukan misi penerbangan dan terkejut lantaran menemukan sebenarnya ada pekerjaan yang menggabungkan minatnya dalam komputer, penerbangan, dan pelayanan Kristen. Saat itu pun, ia kemudian terpanggil untuk menjadi seorang misionaris. Ia kemudian bekerja sebagai instruktur penerbangan untuk memenuhi persyaratan pilot MAF. Joyce Lin wafat pada Selasa (12/5) dalam kecelakaan pesawat di Danau Sentani. (Jek/A-3)

BERITA TERKAIT