13 May 2020, 21:10 WIB

Jawa Tengah Bersiap Sambut Kepulangan Pekerja Migran


Akhmad Safuan | Nusantara

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) bersiap menyambut kepulangan pekerja migran dengan menyiapkan puluhan tempat karantina. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta seluruh pekerja migran untuk mengikuti protokol kesehatan sebagai antisipasi penyebaran covid-19.

Jalur transportasi setelah beberapa pekan vakum dibuka kembali. Posko pemantauan covid-19 mulai beroperasi di Bandara A Yani Semarang, terminal, stasiun dan pelabuhan disiagakan. Ini sebagai antisipasi mulai masuknya pemudik dan kepulangan pekerja migran jelang lebaran.

Meskipun beberapa armada darat, udara dan laut mulai beroperasi, tapi sejauh ini, suasana di tempat pemberhentian akhir di beberapa daerah seperti Pekalongan, Kendal, Kota Semarang, Demak, Kudus, Bawen (Kabupaten Semarang) masih terlihat lengang.

Baca juga: Babel Akan Coba Kefir Untuk Sembuhkan Pasien Covid-19

"Periode 7-31 Mei 2020 hanya dibatasi lima penerbangan dan dilakukan pemeriksaan ketat setiap penumpang, sehingga penumpang harus melalui pengecekan kesehatan dan administrasi," kata General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang Hardi Ariyanto.

Ganjar secara terpisah mengatakan Pemprov Jateng telah bersiap menyambut kedatangan pekerja migran yang akan pulang kampung jelang lebaran ini.

Namun untuk memastikan keamanan dari civid-19, lanjutnya, pekerja migran tetap harus mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan seperti pemeriksaan kesehatan, karantina dan lain sebagainya.

"Dinas Tenaga Kerja Jateng saat ini terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan kepulangan pekerja migran itu," kata Ganjar, (Rabu, 13/5).

Dari hasil tele conference dengan pekerja migran di Taiwan, Malaysia, Singapura dan negara lainnya, kata Ganjar, sebagian mengaku tidak pulang kampung pada lebaran ini.

"Karena mereka sadar bahaya covid-19 dan juga ada sanksi berat di negara itu bagi pelanggar yang ditakuti oleh para pekerja migran," sambungnya.

Sekretaris Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Jateng Sudaryanto mengatakan sebanyak 36 titik lokasi karantina telah disiapkan untuk pekerja migran, antara lain Asrama Haji Donohudan, Bapelkes Sewakul Ungaran, dan Mess Kesehatan Bandungan.

"Selain itu, ada Aula Kantor Eks Bakorwil Pati, Gedung Eks Bakorwil Kedu, dan Hotel Pondok Slamet Baturaden," kata Sudaryanto. (OL-14)

BERITA TERKAIT