13 May 2020, 19:49 WIB

Pengembangan Pangkalbalam Diyakini Tingkatkan Ekonomi Babel


mediaindonesia.com | Nusantara

Pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam Pangkalpinang diyakini membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung (Babel). Terlebih pengembangan pelabuhan tersebut sudah mendapatkan angin segar dari pemerintah pusat.

Agar pengembangan pelabuhan Pangkalbalam dapat berjalan sesuai yang diinginkan, Pemprov Babel kembali melaksanakan rapat teknis di Ruang Rapat Gubernur Kepulauan Babel, Rabu (13/5).

Gubernur Kepulauan Babel Erzaldi Rosman Djohan dalam rapat menjelaskan beberapa hal penting perlu dilakukan dalam pembangunan pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam karena dinilai menjadi jalan yang terbaik untuk menuju pertumbuhan ekonomi Babel di masa akan datang.

"Kondisi pelabuhan yang sekarang terlalu jauh dari alur kurang lebih sepanjang 7 mil, masuk kapal tergantung dari air pasang dan kapal yang ada di pelabuhan akan keluar ini menjadi poin pertama," kata Erzaldi.

Itulah sebabnya, lanjut Erzaldi, frekuensi keluar masuk kapal di pelabuhan kita terbatas, karena nilai tidak ekonomis. Selanjutnya banyak komoditas ekspor Babel tidak dikeluarkan melalui pelabuhan.

"Alur pelabuhan tidak dapat menampung bobot kapal besar, sehingga terjadi manipulasi data ekspor kita dan kita dirugikan. Inilah yang perlu menjadi perhatian kita bersama, sehingga kita berkeinginan melakukan pengembangan pelabuhan," ungkapnya.

Menurutnya, Babel memiliki beragam potensi mulai dari hasil di sektor perikanan, pertanian, perkebunan, serta memiliki sebanyak 13 mineral ikutan yang siap dihilirisasi. Sehingga pembangunan pengembangan pelabuhan solusi terbaik untuk menuju pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, dalam rapat Erzaldi memerintahkan supaya setiap instansi terkait dapat mempresentasikan tugasnya masing-masing dan satu sama lain dapat memberikan masukan sehingga keinginan pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam sejalan.

Kepala Statistik Provinsi Kepulauan Babel, Dwi Retno Wilujeng Utami, menilai pengembangan pelabuhan merupakan hal penting yang harus dilakukan, karena pelabuhan berkaitan dengan transportasi dan itu hal terpenting distribusi barang dan jasa, sangat mempengaruhi inflasi.

"Kalau transportasi di Babel yang tertinggi menggunakan transportasi darat dan udara, namun transportasi laut sangat penting. Namun sekarang transportasi laut belum dioptimalkan, ini inilah waktunya kita membangun pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam," ujarnya.

Sementara Dekan Fakultas UBB, Reniati mengatakan, keinginan Pemprov Babel untuk melakukan pengembangan pelabuhan menjadi langkah yang tepat, mengingat pelabuhan yang lama sudah tidak sesuai dengan kondisi sekarang, pelabuhan yang lama sangat kecil, tidak dapat menampung bobot kapal besar.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Babel, KA Tajuddin; Kepala Bappeda Babel, Feri Insani; Kepala BI; Kepala KSOP Pangkalbalam; General Manager Pelindo II Pangkal Balam; Kepala Dinas Perhubungan Kota Pangkalpinang; dan undangan lainnya.

Sebelumnya Gubernur Erzaldi telah menyampaikan data percepatan pembangunan pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam kepada Menteri Perhubungan RI melalui video conference, di Ruang Rapat Gubernur Kepulauan Babel. Selasa (12/5).

Dalam paparannya, Erzaldi menyampaikan beberapa pertimbangan agar percepatan pembangunan Pelabuhan Pangkalbalam dapat segera direalisasikan.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi sudah mengajukan pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam karena pelabuhan tersebut tidak dapat dilalui oleh kapal berukuran besar. (Kominfo/OL-10)

BERITA TERKAIT