13 May 2020, 19:39 WIB

Menkeu: Skenario Pemulihan Ekonomi Mengacu Kurva Covid-19


Hilda Julaika | Ekonomi

BEREDAR skenario pemulihan ekonomi pascapandemi covid-19 yang dikeluarkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Skenario ini mengundang kritik dari beberapa pihak yang pembuatannya dinilai terlalu cepat. Mengingat penyebaran kasus covid-19 di Indonesia masih tinggi.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menegaskan skenario ini dibuat untuk menyiapkan pemulihan ekonomi nasional di masa mendatang. Akan tetapi, tidak akan dilakukan tanpa perhitungan yang matang.

Baca juga: Selamatkan Usaha Rakyat, Pemerintah Terbitkan Aturan Khusus

Presiden Joko Widodo, lanjut dia, menginstruksikan pemulihan ekonomi mengacu pada kurva penurunan kasus covid-19. “Bapak Presiden Jokowi menentukan ini basisnya data. Kalau lihat kurvanya sudah menurun dan sudah terkonfirmasi, maka nanti bisa mulai dipertimbangkan aktivitas ekonomi,” ujar Ani, sapaan akrabnya, dalam seminar virtual, Rabu (13/5).

“Ini di luar mikirnya sudah gimana. Padahal Presiden (menekankan) lihat kurva menurun,” imbuhnya.

Selain itu, Kepala Negara juga mengingatkan untuk mempercepat rapid test di tengah masyarakat. Ketika tes covid-19 diperbanyak, muncul confidence terhadap kurva. Termasuk, masyarakat dituntut keras untuk melakukan physical distancing.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia mengatakan pemerintah berupaya agar data tes covid-19 terekam dengan baik. Para kepala daerah pun diminta untuk berpartisipasi dalam upaya penanganan covid-19.

Baca juga: ADB: Melambat Akibat Covid-19, Ekonomi Indonesia mulai Pulih 2021

“Makanya Presiden bilang tesnya harus diperbanyak, supaya bisa confidence mengenai kurva. Kita melakukan ini untuk ke depan. Dengan setiap daerah juga kepemimpinan gubernurnya, bupatinya dan wali kotanya sangat diharapkan,” papar Ani.

Ketika tes covid-19 diperbanyak dan masyarakat disiplin melakukan physical distancing,aktivitas ekonomi bisa kembali seperti keadaan normal. Itu dengan catatan kurva kasus covid-19 menurun.

“Para menteri sudah mikir akan bagaimana new normal life setelah pandemi. Artinya, kita harus berpikir ke depan. Tapi bukan berarti kita melakukan hal-hal itu secara ngawur. Kita bertanggung jawab ke rakyat. Semua masyarakat harus dijaga kepentingannya,” tandasnya.(OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT